Metode Qowa’id (Nahwu Sharaf)

Writed by : Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

24.  Metode Qowa’id (Nahwu Sharaf)

Pada umumnya banyak orang Islam menyangka bahwa bahasa Arab itu disamakan dengan nahu saraf, lalu mereka membayangkan bahwa kalau begitu belajar bhasa Arab itu sukar, sulit dan memusingkan otak.

Kesan bahwa arb itu sukar, sulit dan memusingkan kepala adalah banyak disebabkan dari kesalahan metode dalam mengajar. Sistem dan metode pengajaran lama, terlalu menitikberatkan dan mengutamakan nahu saraf dari pada Ta’bir (percakapan), mutala’ah (membaca), dan imla’ (menulis). Sehingga seolah-olah menyamakan bahasa Arab itu dengan nahu saraf itu sendiri. Dalam arti kata, jika seseorang telah mengetahui tata bahasa Arab, maka dengan sendirinya menguasai bahasa Arab. Padahal nahu saraf itu baru merupakan satu bagian dari bahasa Arab, yang tidak mesti perlu dianggap sulit, apalagi ditakuti. Prinsip mengajarkan bahasa Arab hendaknya tidak menyulitkan. Akan tetapi buatlah anak-anak senang berbahasa Arab, jangan menyulitkan mereka.

“Mudahkanlah, dan jangan disulitkan mereka”

Kalu dalam bahasa Indonesia Qawaid/nahu saraf itu searti dengan “Tatat Bahasa”, dan “Grammar” dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, agak aneh kalau pengajaran basha Arab ini mendahulukan saraf/qawaid daripada muhadasah, muthala’ah, imla’, yang seharusnya dapat diajarkan sambil lalu

Metode mengajarkan nahu saraf (Qawaid)

  • Guru henaknya banyak memberikan contoh-contoh dari materi yang dibahas, agar pengajaran tidak membosankan, dan dapat memudahkan pengertian anak didik
  • Pada contoh-contoh yang diberikan itu, hendaklah ditulis di papan tulis, dan menjelaskan maksud dang pengertianya
  • Pada saat guru menjelaskan maksud dan pengertian materi pelajaran nahu saraf, pengertian siswa penuh terpusat kepada materi
About these ads

8 Comments

  1. Kalau berbicara tentang efektif atau tidak dalam penerapkan metode iqra dalam belajar membaca Alquran, maka paling tidak jalan yg kita tempuh adalah membandingkan dengan metode-metode lainnya, karena sulit kita bisa mengatakan sesuatu itu efektif atau tidak jika tidak ada perbandingan sebelum dan sesudahnya.

    Dan berbicara tentang metode belajar membaca alquran, yg perlu kita pahami bersama bahwa setiap metode itu mempunyai sisi kelebihan dan sisi kekurangan, sama halnya dengan menerapan metode iqra.

    Berdasarkan pengalaman saya belajar membaca Alquran dan mengajar membaca Alquran selama ini sudah tiga metode yg sudah saya terapkan, yaitu metode turutan (mengeja), iqra, dan Abatatsa. Kalau kelebihan metode turutan (mengeja) membuat santri mengenal huruf-huruf hijaiyah dengan baik, tapi penguasaannya memakan waktu yg lama dan termakan lagu ketika dalam penerapan membaca Alquran sehingga banyak kesalahan dalam tajwid. Kalau kelebihan metode iqra santri terhitung cepat dalam menguasai teknik membaca Alquran, apalagi dengan sistem privat, tapi pengenal huruf hijaiyah tanpa baris sangat kurang. Sedangkan metode Abatatsa adalah teknik membaca Alquran yg sesuai dengan teks Alquran rasm Ustmani.

    Dengan demikian, menurut saya menerapan metode iqra masih saya pandang efektif digunakan dalam proses pembelajaran belajar membaca Alquran, walaupun sekarang sudah banyak bermunculan berbagai macam metode, terutama metode audio visual. Namun penerapan metode iqra akan lebih efektif lagi jika digabungkan dengan metode-metode lainnya untuk menutupi kekurangan dari metode iqra.

    Kemudian, agar terjadi komunikasi 2 arah, saya harapkan anda mau berdiskusi pada halaman ini untuk menuliskan bagaimana pendapat anda sendiri tentang penerapan metode iqra??? Atau barangkali anda mempunyai metode tersendiri yg anda pandang sangat efektif jika digunakan dalam belajar membaca Alquran???

    Ditunggu pendapatnya, jazakallahu khairon !!!

  2. belajar bahasa Arab memang mengasyikkan…….tapi satu hal yang membuat saya agak kebingungan….yaitu ketika mempelajari materi qawaid……Qt paham Qawaidnya tp ga’ bisa mengaplikasikannya kdl bacaan (kitab2 kuning) or qt kesulitan ketika mau membaca…..
    apa kira2 slosx????…..

  3. ass,salam kenal pak saya kebetulan guru tpa dulu saya mmakai m.iqra ,namun dinilai lamban dalam waktu ..terkadang ada anak sudah 4 tahun belajar namun ketika khatam kualitas bacaanya sangat kurang ,tetapi setelah saya coba metode albarqy alhamdulilah dalam waktu 4 bulan anak bisa alquran dan bacaanya memuaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s