Cara Bersuci dari Hadats dan Najis

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh

Briefing Kegiatan Fisik MABIT Kelas IX

Briefing Kegiatan Fisik MABIT Kelas IX

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Cara Bersuci dari Hadats
Berikut ini adalah cara bersuci dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats bersar berdasarkan dalil al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Cara bersuci dari hadats kecil
Cara menghilangkan hadats kecil adalah dengan berwudhu atau tayamum. Berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuhperempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” [QS. Al_Maidah (5): 6]

2. Cara bersuci dari hadats besar
Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan mandi wajib atau tayamum juga. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fatimah binti Abi Hubaisy radhiyallahu ‘anhu, “Apabila datang haidh itu, hendaklah kalian tinggalkan shalat dan apabila habi haidh itu, hendaklah engkau mandi dan shalat.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Al_Bukhari]

Cara Mensucikan dari Najis
Ada beberapa hal yang perlu disampaikan di sini berkaitan dengan cara membersihkan kencing dan tahi manusia.

1. Cara membersihkan kencing anak kecil
Kencing anak-anak laki-laki cukup dipercikkan dengan air hingga basah, sedang kencing anak perempuan dicuci hingga bersih. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kencing anak kecil laki-laki dipercik, sedangkan kencing anak kecil perempuan dicuci.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At_Tirmidzi, dan lainnya]

susu ibunya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Selama keduanya belum makan. Apabila keduanya sudah makan, cara membersihkan kencingnya dengan dicuci.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud yang dinilai shahih oleh Syaikh Al_Albani dalam kitab Shahih Abi Dawud (I/76) hadits no. 364. Adapun riwayat yang menyebutkan diperciknya air kencing anak kecil laki-laki yang belum makan makanan terdapat dalam riwayat Al_Bukhari dan Muslim. Lihat Shahih Al_Bukhari dan Shahih Muslim ]

2. Cara membersihkan sandal dari kotoran
Cara membersihkan sandal yang terkena najis adalah dengan menggosok-kannya ke tanah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila salah seorang dari kalian berjalan mengenakan sandal, lalu menginjak kotoran, maka tanah bisa menjadi pembersihnya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud. Syaikh Al_Albani menshahihkannya dalam kitab Shahih Abi Dawud (I/77) hadits no. 371]

3. Cara membersihkan ujung bawah pakaian wanita
Ketika wanita berjalan dengan menjuraikan ujung bawah pakaiannya ke tanah, lalu terkena najis, maka yang menjadi pembersihnya adalah tanah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa bila seorang wanita berjalan di jalan yang kotor, (lalu ujung bawah pakaiannya terkena najis), maka tanah lain yang bersih yang dia lewati menjadi pembersih dari kotoran tersebut. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanah lain yang dia injak sesudahnya akan member-sihkannya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya yang dinilai shahih oleh Syaikh Al_Albani dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud (I/77) hadits 369]

4. Cara membersihkan tanah atau kasur yang terkena kencing atau tahi
Cara membersihkan tanah atau kasur yang terkena tahi adalah membersih-kan dan menyiramkan air pada tempat yang terkena najis; adapun apabila terkena kencing, maka cukup dengan menyiramkan air banyak-banyak pada tempat yang terkena. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Biarkan dia! Siramkan saja pada bekas kencingnya itu seember air. Kalian diperintahkan untuk memberikan kemudahan kepada manusia, bukan untuk menyulitkan mereka.” [Hadits shahih, Al_Bukhari yang disyarah dalam kitab Fathul Bari (I/323) dan Muslim (I/236) hadits no. 284. Lihat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Syarah Al_’Umdah, hal. 27]

3 Comments

  1. Ping balik: CARA BERSUCI DARI HADATS DAN NAJIS « H4fizmuthoh4roh's Blog

  2. Gak terlalu hebat Mbak Dian Hermawan, malah sebaliknya anda lah orang yang hebat, karena anda mau berbagi kebaik dengan memberi komentarnya pada blog saya ini.

    Kita berharap mudah_mudahan ini semua menjadi kebaikan yang bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala. amin !!

    Agar jalinan silaturrahmi ini berlanjut, mohon untuk mencantumkan alamat blog anda di halaman “Ayo Tukaran Links Nyuuk”. jazakalh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s