Keutamaan_Keutamaan Wudhu’

Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

MABIT Wada' Kelas 9 Masjid Darussalam Selawi

MABIT Wada’ Kelas 9 Masjid Darussalam Selawi

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Keutamaan_Keutamaan Wudhu’

1. Wudhu’ dipandang sebagai setengah dari keimanan. Berdasarkan hadits Abu Malik Al_Asy’ari, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan.”  (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim (223) dan selainnya)

2. Wudhu’ dapat menghapus dosa-dosa kecil. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu’, ketika ia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya semua kesalahan yang yang dilakukan oleh pandangannya bersama tetesan air atau bersama tetesan air terakhir (yang mengalir padanya). Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka keluarlah dari tangannya semua kesalahan yang dilakukan oleh tangannya bersama tetesan air atau bersama tetesan air terakhir (yang mengalir padanya). Apabila ia mencuci kakinya, maka akan keluarlah semua kesalahan yang dilangkahkan oleh kedua kakinya bersama tetesan air atau bersama tetesan air terakhir (yang mengalir darinya). Hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.”  [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim (244) dan selainnya]

3. Wudhu’ dapat mengangkat derajat seorang hamba. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan kepada perkara yang Allah akan menghapus kesalahan dan mengangkat derajat dengannya?” Mereka menjawab, “Tentu saja, wahai Rasulullah!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu’ pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah kaki ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ribath, itulah ribath, itulah ribath (menjaga diri).”  [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim (251) dan selainnya]

4. Wudhu’ adalah jalan menuju surga. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal: “Wahai Bilal, katakanlah kepadaku amalah apakah yang telah engkau lakukan dalam Islam yang paling engkau harapkan? Sesungguhnya aku mendengar bunyi terompahmu di hadapanku di dalam surga.” Bilal menjawab, “Aku tidak melakukan suatu amalan yang paling aku harapkan. Hanya saja setiap aku bersuci, baik pada waktu malam maupun siang hari, aku selalu mengerjakan shalat setelahnya sebanyak semampuan-ku.” [HR. Al_Bukhari (1149) dan Muslim (2458)]

5. Wudhu’ adalah tanda yang membedakan umat ini (dari umat lainnya) ketika memasuki telaga surga. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi sebuah perkuburan seraya berkata, “Salam sejahtera bagi kalian, wahai penghuni negeri kaum mukminin, dan aku – insya Allah – tidak lama lagi akan menyusul kalian. Betapa inginnya aku melihat saudara-saudara kita.” Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini saudara-saudaramu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Engkau adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah orang yang belum datang.” Mereka bertanya, “Bagaimana engkau dapat mengenali umatmu yang belum lagi muncul, wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Bagaimana menurutmu, jika seorang memiliki seekor kuda yang putih kepalanya di tengah-tengah kuda yang hitam warnanya, bukankah ia pasti akan mengenali warnanya?” mereka menjawab, “Tentu saja, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka akan datang pada Hari Kiamat kelak dengan ‘wajah putih cemerlang’ karena bekas wudhu’, dan aku akan mendahului mereka tiba di telaga. Sungguh nanti aka ada sejumlah orang yang akan diusir dari telagaku sebagaimana diusirnya unta yang tersesat. Aku memanggil mereka, ‘Kemarilah!’ maka katakan kepadaku, ‘Sesungguhnya mereka telah merubah-rubah ajaran agama sepeninggalanku. Maka aku katakan, ‘Men-jauhlah, menjauhlah.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim (234) dan An_Nasa’I (I/80)]

6. Wudhu’ adalah cahaya bagi hamba pada Hari Kiamat. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perhiasan kaum mukminin itu sebanyak wudhu’ yang pernah dilakukannya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim (250) dan An_Nasa’I (I/80)]

7. Wudhu’ dapat mengurai ikatan setan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan mengikat pada tengkuk salah seorang di antara kalian, ketika sedang tidur, sebanyak tiga ikatan. Pada setiap ikatan setan menghembuskan, ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Jika kalian bangun dan lalu berdzikir, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu’, maka terlepaslah ikatan berikutnya. Jika ia shalat, maka terlepaslah ikatan terakhir. Sehingga pada pagi harinya, ia menjadi orang yang bergairah dan segar. Jika tidak, maka jiwanya menjadi buruk dan bermalas-malasan.” [HR. Al_Bukhari (1142) dan Muslim (776)]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s