Kedudukan Shalat Dalam Islam

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Kedudukan Shalat Dalam Islam

Shalat mempunyai kedudukan yang urgen di dalam agama Islam berdasarkan berbagai riwayat hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun kedudukan shalat dalam Islam adalah sebagai berikut :

1. Shalat adalah kewajiban yang paling ditekankan dan paling utama setelah dua kalimat syahadat, serta salah satu dari rukun Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada ila yang berhak diibadahi selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan MUslim]

2. Syariat Islam sangat mengingkari orang yang meninggalkan shalat. Sampai-sampai Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam menilainya sebagai orang kafir lewat sabdanya, “Perbedaan antara seorang (muslim) dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, An_Nasa’i, dan lain-lain]

Beliau shallallah ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat; barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh At_Tirmidzi, An_Nasa’i, Ibnu Majah. Lihat jalur-jalur sanadnya dalam kitab Ta’zhim Qadr Ash_Shalat]

Abdullah bin Syaqiq – seorang tabi’in – berkata, “Dahulu para sahabat Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam tidak melihat suatu amalan pun yang apabila ditinggalkan menjadi kafir kecuali shalat.” [Sanadnya shahih, diriwayatkan oleh At_Tirmidzi, dan Ibnu Nash dalam kitab Ta’zhimu Qadr Ash_Shalat ]

3. Shalat adalah tiang agama, dan agama tidak mungkin tegak dengan tanpa shalat. Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” [Hadits ini diriwayatkan oleh At_Tirmidzi dan Ibnu Majah]

4. Amalan hamba yang mula-mula dihisab. Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka ia beruntung dan selamat. Sebaliknya, jika rusak, maka ia celaka dan merugi.”

5. Shalat adalah penghibur hati Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya. Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat dijadikan sebagai penyenang hatiku.”

6. Shalat adalah wasiat terakhir yang dipesankan oleh Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, ketika hendak meninggalkan dunia. Beliau shallallah ‘alaihi wa sallam berpesan, “(Jagalah shalat) dan hak-hak hamba sahaya.”

7. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang tidak terlepas kewajibannya dari seorang mukallaf (yang sudah terbebani hukum), dan tetap menjadi kewajibannya sepanjang hayatnya, yang tidak gugur darinya dalam keadaan apapun.

8. Shalat memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh seluruh ibadah lainnya. Antara lain:

  • Allah mewajibkan secara langsung kepada Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam, dengan bercakap-cakap secara langsung kepadanya pada malam Mi’raj.
  • Shalat adalah kewajiban yang paling banyak disebutkan dalam Alquran.
  • Shalat adalah ibadah pertama yang diwajibkan Allah kepada hamba-hamba_Nya.
  • Shalat diwajibkan sebanyak lima kali sehari semalam, berbeda dengan ibadah dan rukun Islam lainnya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s