Shalat Qashar

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Shalat Qashar

Pengertian Shalat Qashar

Qashar berasal dari kata “qashru” artinya memendekkan atau meringkas, maksudnya adalah meringkas jumlah bilangan rakaat shalat. Adapun shalat maghrib dan shalat shubuh tidak bisa diqashar, karena shalat maghrib terdiri dari tiga rakaat dan shalat shubuh terdiri dari dua rakaat. Dengan demikian, shalat yang dapat diqashar adalah shalat zhuhur, ashar, dan isya’ yang masing_masing empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat.

Hukum Shalat Qashar

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesung-guhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” [QS. An_Nisa’ (4): 101]

Menurut pendapat Jumhur arti qashar di sini adalah shalat yang empat rakaat dijadikan dua rakaat. Mengqashar di sini ada kalanya dengan mengurangi jumlah rakaat dari 4 menjadi 2, yaitu di waktu bepergian dalam keadaan aman dan ada kalanya dengan meringankan rukun-rukun dari yang 2 rakaat itu, yaitu di waktu dalam perjalanan dalam keadaan khauf. dan ada kalanya lagi meringankan rukun-rukun yang 4 rakaat dalam keadaan khauf di waktu hadhar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat qashar adalah sedekah yang disedekahkan oleh Allah kepada kalian, maka terimalah sedekah_Nya.” [Hadits shahih, diriwayat oleh Muslim]

Berdasarkan firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas, maka mengqashar shalat dalam perjalanan atau dalam keadaan khauf (takut) ketika perang adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sunnah muakkadah, karena setiap kali beliau bepergian maka beliau mengqashar shalat bersama sahabat_sahabatnya.

Sebab Dibolehkannya Mengqashar Shalat

Penyebab dibolehkannya mengqashar shalat adalah sama dengan sebab yang membolehkan menjama’ shalat. Misalnya, karena perjalanan, sakit, dan lainnya

Jarak Disunnahkannya Shalat Qashar

  • Dalam pelaksanaan shalat qashar ketentuan jarak tempu bagi musafir lebih kurang 48 mil, sedangkan berdasarkan hasil ijtihad para ulama kurang lebih 81 KM sebagai jarak minimal untuk mengqashar shalat. Oleh karena itu, barangsiapa bepergian pada jarak tersebut untuk tidak maksiat kepada Allah Ta’ala, maka ia disunnahkan mengqashar shalat dengan mengerjakan shalat zhuhur, ashar, dan isya’ dua rakaat.
  • Bepergin bukan untuk maksiat.
  • Shalat yang boleh diqashar hanya shalat yang rakaatnya empat.
  • Tidak bermakmum pada imam yang tidak mengqashar shalat.
  • Berniat mengqashar shalat pada takbiratul ihram atau pada shalat pertama.
  • Shalat dilakukan dalam keadaan musafir
  • Mengetahui bahwa ia boleh mengqashar shalat.

Tata Cara Shalar Qashar

Ada beberapa perbedaan dalam tata cara shalat qashar dibandingkan dengan shalat biasa. Perbedaan tersebut antara lain: dari segi niatnya; jumlah rakaatnya diringkas – dari empat rakaat menjadi dua rakaat –; dan dari segi lain tidak ada tasyahud awal. Adapun untuk gerakkan dan bacaannya tetap sama dengan shalat biasa.

Secara berurutan tata cara melaksanakan shalat qashar adalah sebagai berikut :

  • Diawali dengan niat mengqashar shalat dalam hati.
  • Jumlah rakaat diringkas, yaitu emapat rakaat menjadi dua rakaat.
  • Tidak ada tasyahud awal.
  • Tasyahud dibaca pada akhir rakaat ke dua.
  • Salam
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s