Meninggalkan Shalat Sunnah Rawatib Dalam Bepergian Kecuali Shalat Sunnah Shubuh dan Witir

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Meninggalkan Shalat Sunnah Rawatib Dalam Bepergian Kecuali Shalat Sunnah Shubuh dan Witir

Dasarnya adalah hadits dari Ashim bin Umar bin Al_Khaththab bahwa ia pernah menceritakan, “Aku pernah menemani Ibnu Umar dalam perjalanannya ke Makkah. Beliau lalu shalat sunnah zhuhur 2 rakaat. Kemudian beliau menghadap kami, dan kami juga menghadap beliau, hingga beliau sampai ke kendaraan tunggangan beliau. Belia duduk, kami pun duduk bersama beliau. Tiba_tiba datang rombongan, beliau melihat orang_orang sedang bersiap_siap. Beliau bertanya: Apa yang mereka lakukan? Aku menjawab: Mereka sedang shalat sunnah. Belaiu berkata: Kalau aku bersama mereka, pasti kulanjutkan shalatku. Wahai kemenakanku, sesungguhnya aku pernah menemani Rasulullah dalam bepergian. Beliau tidak pernah melakukan lebih dari 2 rakaat, hingga wafat. Demikian juga, aku pernah menemani Abu Bakar, beliau juga tidak pernah melakukan lebih dari 2 rakaat hingga wafat. Aku juga pernah menemani Umar, dan beliau juga tidak pernah melakukan lebih dari 2 rakaat, hingga wafat. Aku juga pernah menemani Usman dalam bepergian, dan beliau juga tidak pernah melakukan lebih dari 2 rakaat hingga wafat.” Allah Ta’ala berfirman,

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al_Ahzab (33): 21]

Adapun shalat sunnah shubuh dan witir, tidak boleh ditinggalkan ketika bermukim ataupun ketika bepergian, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha berkenaan dengan sunnah shubuh, bahwa nabi tidak pernah meninggalkan nya sama sekali. Juga berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu tentang Nabi yang ketiduran bersama para sahabat beliau dalam perjalanan sehingga terlewat shalat shubuh mereka sampai terbit matahari. Dalam hadits itu tercantum, “Kemudian Bilal mengumandangkan adzan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 2 rakaat, kemudian baru shalat shubuh. Beliau melakukannya sebagaimana yang biasa beliau lakukan setiap harinya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadits no. 681]

Adapun shalat sunnah witir, berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma yang menceritakan, “Nabi biasa shalat dalam perjalanan di atas tunggangannya, ke manapun tunggangannya itu menghadap. Beliau melakukan gerakkan shalat malam dengan isyarat, namun tidak untuk shalat wajib. Beliau juga melakukan witir di atas kendaraannya.” Ada juga lafazh hadits, “Beliau biasa melakukan witir di atas unta.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dalam kitab Al_Witr, hadits no. 999; dan juga diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shatul Musafirin, hadits no. 700]

Ibnul Qayyim Al_Jauziyah mengungkapkan, “Keuletan Nabi dalam melakukan dan memelihara shalat sunnah shubuh lebih dari shalat sunnah_sunnah yang lain. Beliau belum pernah meninggalkan sunnah itu, sebagaimana juga witir, baik kala bermukim maupun sedang bepergian. Tidak ada riwayat yang ternukil bahwa beliau mengerjakan shalat sunnah rawatib lain ketika bepergian.” [Lihat Ibnul Qayyim Al_Jauziyah, Zadull Ma’ad Fi Hadyi Khairil Ibad, hal. I/315]

Demikianlah pembahasan seputar shalat rawatib kali ini. Saya memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan nama-nama_Nya yang agung dan sifat-sifat_Nya yang mulia agar menjadikan amalan saya yang sedikit ini menjadi amalan yang berkah dan ikhlash semata-mata karena mengharapkan wajah_Nya yang mulia, serta menjadikan sarana pendekat kepada surga_Nya bagi penulis, penerbit, pembaca, dan orang-orang yang berpartisipasi dalam menyebarkan tulisan ini.

Saya juga memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar tulisan ini bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membutuhkannya. Sesungguhnya Allah-lah sebaik_baik tempat memohon dan semulia_mulia tempat berharap. :-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s