Pengertian dan Keutamaan Shalat Rawatib

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu lima waktu, yaitu dikerjakan sebelum atau sesudahnya. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat qabliyah, dan shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut ba’diyah.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Berdasarkan hadits dari Ummu Habibah, Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anhuma Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat 12 rakaat setiap satu hari satu malam akan dibangunkan baginya rumah di surga.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim]

Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al_Qaththani mengatakan bahwa pengertian hadits ini dijelaskan di dalam kitab Sunan At_Tirmidzi dari hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia menceritakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat 12 rakaat setiap satu hari satu malam akan dibangunkan baginya rumah di surga; 4 rakaat sebelum zhuhur; 2 rakaat sesudahnya; 2 rakaar sesudah maghrib; 2 rakaat sesudah isya’; dan 2 rakaat sebelum shubuh.” [Hadits hasan shahih, diriwayatkan oleh At_Tirmidzi dalam kitab Ash_Shalah, hadits no. 415]

Selain itu, diriwayatkan dengan shahih hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia menceritakan, “Aku hapal 10 rakaat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu 2 rakaat sebelum zhuhur; 2 rakaat sesudahnya; 2 rakaat sesudah maghrib di rumah beliau; 2 rakaat sesudah isya’ juga di rumah beliau; dan 2 rakaat sebelum shalat shubuh.” Dalam riwayatlain, “Dan 2 rakaat sesudah shalat Jum’at di rumah beliau.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]

Dengan demikian, jumlah shalat sunnah rawatib (yang ditekankan) ada 12 rakaat sebagaimana dijelaskan oleh Ummu Habibah atau 10 rakaat berdasarkan riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sehingga dapat diindikasikan bahwa terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan 12 rakaat sebagaimana hadits dari Ummu Habibah dan Aisyah, dan terkadang mengerjakannya 10 rakaat sebagaimana hadits Ibnu Umar di atas.

Bila seorang muslim sedang bersemangat, maka bisa mengerjakannya 12 rakaar. Tetapi bila ia ada kesibukkan, maka ia bisa mengerjakan 10 rakaat saja. Kesemuanya itu adalah rawatib, maka untuk lebih lengkap dan sempurna, maka hendaklah ia shalat sebagaimana dalam hadits Ummu Habibah dan Aisyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s