Metode Muthla’ah (Membaca)

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Sumber :  https://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/17/metode-muthla’ah-membaca/

9. Metode Muthla’ah (Membaca)

Metode muthala’ah, yaitu cara menyajikan pelajaran denagn cara membaca baik membaca dengan bersuara maupun membaca dalam hati.

Melalui metode muthala’ah ini, diharapkan anak didik dapat mengucapkan lafal kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab yang fasih, lancar dan benar. Tidak sembarang membaca, akan tetapi memperhatikan tanda-tanda baca., tebal tipisnya bacaan. Sebab, salah dalam mengucapkan tanda baca, akan berakibat kesalahan arti yang dimaksud.

Tujuan pengajaran muthala’ah

Pengajaran muthala’ah bertujuan untuk :

1) Melatih anak didik terampil membaca huruf Arab dan Al-Qur’an dengan memperhatikan tanda-tanda baca, misalnya tanda baca dhammah (       ), tanda fathah (          ), tanda kasrah (        ), sadddah (       ), dan tanda tanwin (         ), dan lain-lain.

2)      Dapat membedakan bacaan antara huruf satu dengan huruf yang lainnya, dan antara kalimat bahasa Arab yang samar, sehingga fasih lafadznya, lancar membacanya dan benar dalam pemakaiannya, tepat bacaan.

3)      Dapat melagkan dan melantunkan gaya bahasa Arab dan Al-Qur’an secara tepat dan menarik hati

4)      Melatih anak didik untuk dapat membaca dan mengerti serta paham apa yang dibacanya / tidak verbalisme

5)      Agar anak didik dapat membac, membahas dan meneliti buku-buku agama, karya-karya ulama-ulama besar dan pemikir (filsuf-filsuf) Islam yang umumnya karya mereka ini ditulis dalam bahasa Arab. Di Indonesia buku semacam ini dikenal dengan istilah “Kitab Kuning”, atau Kitab Gundul, karena ditulus dalam bahasa Arab yang tidak ada tanda / harakatnya (tanpa tanda baca yang lengkap)

Metode pengajaran muthala’ah

1)      Apresepsi dan Pre Test

Setiap awal pelajaran hendaklah dimulai dengan apresepsi dan pre test. Pre test yaitu menghubungkan pelajaran yang telah diberikan, dengan pelajaran yang akan disajikan, sehingga pengajaran menjadi kontekstual dan relevan

2)      Sebelum guru membaca buku pelajaran yang akan dipelajari, suruhlan akan didik untuk membaca buku bacaannya, jika ada, dan menyimak bacaan gurunya secara baik dan tertib. Setelah selesai membaca adakanlah bersoal jawab dengan anak didik, sehingga mengerti danpaham betul mengenai bacaan tersebut.

3)      Guru menwaarkan kepada murid, untuk mengulangi bacaan yang baru saja dibaca oleh gurnya, kemudian menunjuk di antara yang pandai untuk membaca. Sedangkan yang lain aktif menyimak dan memperhatikan bacan temannya itu.

4)      Setelah selesai membaca diantara siswa yang disruh tadi, maka kemudian adakanlah diskusi dan bersoal jawab terhadap bacaan tersebut. Apakah terdapat kekuarangan atau kesalahan. Dan kalau terdapat kesalahan, suruhlah temannya yang lain untuk membenarkannya. Dalam hal ini hendaknya diperhatikan juga, bahwa dalam membrtulkan suatu kesalahan, janganlahj disaat-saat “kalimat” yang dibaca belum selesai. Sebab hal itu akan dapat berakibat makna bacaan menjadi terputus, disamping dapat menghambat konsentrasi anak didik.

5)      Dan jika acara bacaan itu terlalu panjang, maka sebaiknya bacaan tersebut dibagi-bagi dalam bagian pendek / terkecil, agar sederhana dan mudah dimengerti. Dan setelah bagian tertentu dapat diselesaikan, maka dilanjutkan pada bagian yang lain, sehingga akhirnya sampai selesai. Secara keseluruhan

6)      Dalam memberikan penjelasan, hendaklah disertai dengan contoh-contoh, dan menuliskan arti kata-kata sulitnya di papan tulis untuk dicatat oleh anak didik

7)      Pada akhir setiap pelajaran selesai, guru jangan lupa menyiapkan kata-kata nasihat kepada anak didik agar tergugah / terangsang untuk giat belajar dan rajin mengulangi pelajaran yang lain.

Saran-saran yang perlu diperhatikan

1)       Bahan bacaan hendaklah disesuaikan dengn taraf pengembangan dan kemampuan anak didik

2) Jika dianggap perlu, upayakanlah alat peraga (media pengajaran), sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam memahami bacaan yang disajikan

3)      Mula-mula guru hendaklah membacakan acara pelajaran itu dengan terang. Tidak terlalu keras hingga dapat mengganggu ketenangan kelas lain. Dan sebaliknya tidak pula terlalu kecil / lembek, sehingga tidapat didengar oleh anak didik yang duduk di belakang.

4)      Adakanlah selingan dalam bacaan, jangan suruh anak disuruh membaca terus-menerus, sehingga dapat menyebabkan anak didik menjadi bosan dan jenuh. Yang akhirnya dapat berakibat lebih jauh.

5)      Kesimpulan dan kata-kata sulit dari bacaan, hendaknya dituliskan di papan tulis, untuk kemudian menyuruh anak didik mencatatnya .

Membetulkan kesalahan dalam membaca

Kesalahan membaca dalam bahasa Arab dan Al-Qur’an akan berakibat salah pula dalam pengertiandan makna yang terkandung di dalam bacan. Oleh sebab itu, perlu hati-hati dalam membacanya. Apalagi bacaan Al-Qur’an. Kesalahan dalam membaca, dapat disebabkan antara lain sebagai berikut :

1)      Kesalahan dalam mengucapkan kata-kata dan huruf-huruf seperti kesalahan makhrajnya. Misalnya lafadz syim (     ), diganti dengan lafad sin (     ), dan lafadz dhat (     ) diganti dengan lafadz tha (    ), serta lafadz aain (    ) dibunyikan dengan ghain. Dan seterusnya.

2)      Tidak mempedulikan tanda-tanda baca Arab. Misalnya sabdu / syaddah (    ), tanda Dhammah (    ), tanda kasrah (    ), dan tanwin (     ), dan tanwin (      ). Dan lain-lain sebagainya, sehingga kesalahan dapat berakibat fatal.

3)      Kesalahan dalam tajwidnya, yang sebetulnya bacaannya harus ditebalkan, menjadi ditipiskan. Dari yang tadinya harus didengungkan menjadi bacaannya tidak didengungkan. Dan dapat pula terjadi kesalahan dalam tanda berhenti. Dalam membaca Al-Qur’an, tanda berhenti ini dapat berakibat salah dalam pengertian, manakala tanda berhenti, tidak diperhatikan. Jika terjadi kesalahan-kesalahan seperti tersebut diatas, maka guru jangan memberikan kesalahan itu menjadi berlarut, sehingga menjadi terbiasa dalam kesalahan. Misalnya seharusnya dibaca alhamdulillah hirobbli alamin (                            ).

Cara membetulkan kesalahan

Cara membetulkan kesalahan dapat kita lakukan dengan dua cara, yaitu :

1)      Kesalahan dapat dibetulkan di saat-saat selesai membaca dlam satu kalimat yang sempurna, setelah kemudian dibetulkan, baru kita lanjutkan lagi pada kalimat seterusnya. Cara ini lebih efisien dan lebih berhasil.

2)      Setelah anak didik selesai kemudian membacakan bagian bacaan yang telah ditetapkan secara keseluruhan. Misalnya anak didik salah membaca ditengah-tengah, maka cara membetulkannya yakni apabila anak didik tersebut merampungkan semua bacaan itu. Hal itu dimaksudkan agar acara bacaan tidak terputus dan tidak terpenggal, sehingga dapat pula mengganggu konsentrasi anak didik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s