Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Writed by: Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Sumber: https://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/29/metode-problem-solving-pemecahan-masalah/

15.  Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Problem solving, adalah uatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan dimana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang sederhana, menuju kepada masalah yang sulit/muskil.

John Dewey (AS), sebagai tokoh pencipta metode problem solving ini menyarankan agar dalam pelaksanaan melalui metode ini siswa/siswi dibiasakan percaya pada diri sendiri untuk mengatasi kesulitan/masalah yang sedang dihadapinya. Baik mengenai dirinya sendiri, lingkungan maupun lingkungan dalam arti yang lebih luas, yakni masyarakat.

Pada pelajaran agama melalui penerapan metode problem solving ini, misalnya menyajikan bahan pelajaran fiqh, yakni masalah yang mengandung problematik dan khilafiah para ulama, serta topik lain yang justru mengandung problem bagi siswa untuk kemudian dipecahkan. Tujuan metode ini adalah agar anak-anak terbiasa berlatih menghadapi berbagai masalah, sebagai calon pemimpin ia berkemampua tinggi dan siap mental menghadapi / memecahkan berbagai masalah.

Metode problem solving tepat digunakan :

  1. Bila pelajaran dimaksudkan untuk melatih siswa berfikir ilmiah dan analitis
  2. Apabila pelajaran dimaksudkan untuk melatih keberanian siswa, dan rasa tanggung jawab dalam menghadapi kehidupan yang menantang
  3. Untuk mendorong berfikir mandiri dan berdikasi
  4. Apabila untuk menumbuhkan wawasan/harizon yang luas tentang berbagai pemikiran agama Islam

Kebaikan metode problem solving :

  1. Mendorong siswa untuk berfikir aktif dan kreatif dalam mencari bentuk-bentuk pemecahan masalah sepenuh hati dan teliti. Meskipun harus melalui trial and error (terus mencoba, meskipun mengalami kesalahan).
  2. Mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja (learning by doing)
  3. Memupuk rasa tanggung jawab
  4. Mendorong siswa untuk tidak berfikir sempit, fanatik.

Kekurangan metode problem solving :

  1. Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah / problem, yang justru harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain
  2. Kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa
  3. Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam agama.
  4. Kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan masalah yang ditempuh siswa.
  5. Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang

Saran-saran dalam pelaksanaan metode problem solving :

Agar metode problem solving ini dapat efektif dalam pelaksanaannya, maka perlu kiranya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Dalam memilik masalah mempertimbangkan aspek kemampuan dan perkembangan anak didik
  2. Siswa terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
  3. Bimbingan secara kontinu dan persediaan alat-alat/sarana pengajaran yang perlu diperhatikan
  4. Merencanakan tujuan yang hendak dicapai secara sistematis
Iklan

2 Comments

  1. Ping balik: Metode Insersi (Lampiran/Sisipan) « Blog Guru SMP Negeri 1 Kikim Barat Kabupaten Lahat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s