Metode Herbart (Herbart Method)

Writed by : Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Sumber: https://alhafizh84.wordpress.com/2010/02/04/metode-herbart-herbart-method/

20. Metode Herbart

Metode Herbart diambil dari nama seorang penciptanya yaitu ; Johan priedrich Herbart (1776-1841). Sebagai seorang ahlia dalam bidang filsafat dan ilmu jiwa asosiasi, Herbart banyak memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan dalam bidang pendidikan. Antara lain Herbart telah berhasil menciptakan suatu metode mengajar yang dalam banyak hal dapat memberikan sumbangan dalam proses belajar mengajar

Metode Herbart yaitu suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan menghubung-hubungkan antara tanggapan lama dengan tanggapan yang baru sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari siswa

Langkah-langkah metode Herbart yang perlu dilakukan sebagai berikut :

1.  Tahap persiapan. Pada langkah persiapan, guru mempersiapkan secara matang terhadap bahan/materi pelajaran yang akan disajikan, kemudian mengadakan apersepsi terhadap pelajaran yang telah/lalu dengan pelajaran yang akan diberikan

2. Tahap penyajian bahasa pelajaran. Setelah diadakan apersepsi, langkah berikutnya guru mulai memberikan materi pelajaran, dengan dimulai dari hal-hal yang kongkret kepada yang abstrak, dari yang mudah/sederhana menuju kepada yang sukar/muskil. Sehinggga pelajaran dapat diberikan berurutan dan sistematis

3.  Proses asosiasi. Pada langkah ini guru mengadakan asosiasi/menautkan atau menghubungkan serta membandingkan pelajaran yang telah lalu dengan pelajaran yang telah diberikan/akan diberikan sehingga pelajaran memiliki hubungan simultan

4. Pengorganisasian bahan. Langkah berikutnya adalah mengorganisasi bahan yang baru dengan yang lama itu sebagai suatu hasil hubungan asosiasi yang menjadi suatu sistem pengertian yang kompak dan utuh. Tidak terpisah-pisah dan terpotong-potong

5. Aplikasi (penerapan). Sebagai langkah terakhir, guru memberikan soal-soal, latihan-latihan dan mempraktekkan hasil pelajaran yang telah diberikan.

Keunggulan metode Herbart yaitu :

  1. Pelajaran disajikan secara beruruta/sistematis
  2. Pengetahuan anak menjadi utuh dan fungsional
  3. Siswa dapat mengetahui hubungan dan kaitan dari masing-masing mata pelajaran. Sehingga dapat menentukan urutan stadia (tangga) pelajaran tersebut.
  4. Pelajaran bernilai praktis, dan dapat diaplikasikan tidak hanya teori

Kelemahan metode Herbert adalah :

  1. Pelajaran biasanya cenderung dipaksa-paksakan
  2. Pengajaran bersifat mekanik. Dan terlalu menganggap anak sebagai mesin yang siap dibawa dan digerakkan
  3. Fleksibelitas kurikulum kurang diperhatikan
  4. Untuk menyusun rencana pengajaran, memakan waktu agak panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s