Kontribusi Pangan Jajanan, 31 persen Terhadap Energi Anak Sekolah

Jakarta, “Jadi anak-anak kita yang makan jajanan itu mempunyai kontribusi 31 persen terhadap energi mereka jadi kalau mereka disekolah itu 1/3 energinya didukung oleh jajanan. kalau jajanan itu tidak sehat, tidak bergizi dan tidak aman tentunya berbahaya sekali”, kata Dodi Nandika, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan Nasional melalui Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, Sekretarias Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, Dodi Nandika bersama dengan Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucky S. Slamet dan dengan arahan dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono menandatangani Nota Kesepahaman program pembinaan keamanan pangan jajanan anak sekolah dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan, yang dilakukan pada hari Kamis, (11/02) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta.

Lucky mengatakan dalam hal ini kami menekankan bahwa dengan sampling rutin sehingga data-data kami tahun 2007, menunjukan 45 persen pangan jajanan anak sekolah itu tidak aman dalam arti mengandung tiga hal yaitu: pertama, adalah bahan berbahaya misalnya formalin, borax dsb. Kedua, kadar dari bahan tambahan pangan yang melebihi batas aman misalnya sudah dipersyaratkan pengawet benzoat tidak boleh melebihi standar. Ketiga,  pencemaran mikroba misalnya ada kapang dsb .

“Dari ketiga hal itu mendorong kita untuk melakukan verifikasi, pada tahun 2008 BPOM melakukan verifikasi kepada sekolah-sekolah kemudian pada 2009 kami menyadari bahwa kementerian diknas ada program kantin sekolah jadi kita bergabung bersama-sama karena merupakan satu integrasi”, tambah Lucky.

Dalam hal ini maka diperlukan intervensi kepada jajaran sekolah dan pemberdayaan kantin sekolah menjadi “Kantin Sehat Sekolah”. Program ini merupakan bagian dari program Budaya Sehat. Seperti yang dikatakan oleh Menko Kesra, Agung Laksono pada saat memberikan keterangan kepada pers yang mengatakan bahwa Dalam rangka membangun masyarakat yang sehat secara keseluruhan dimulai dari membudayakan makan yang sehat, bersih termasuk terbebas dari kemungkinan-kemungkinan dari olahan industri yang bisa mengandung makanan yang beracun, seperti borax, pemutih, formalin, rodamin bahan makanan yang sering untuk tampak lebih segar, lebih indah lebih seksi, menarik dan lebih awet.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat, khususnya kepala sekolah, guru, siswa, pedagang dan produsen sadar akan pentingnya pangan jajanan disekolah yang bergizi dan sehat (higienis) serta aman dikonsumsi.

Dalam penjelasannya, Dodi Nandika mengatakan bahwa program kantin sehat sekolah ini akan dilaksanakan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP yang tersebar di 33 provinsi, dimana akan dilakukan tiga intervensi, yaitu: pertama, kami berdua dengan BPOM melakukan pelatihan2, sosialisasi kepada sekolah-sekolah, pada guru, pengelola kantin, siswa dan juga pengusahanya bahwa ini makanan sehat, bergizi dan memenuhi syarat kesehatan, itu sangat penting karena mereka punya pengetahuan yang memadai.

“Kedua, kami melakukan juga dukungan uang langsung atau blokgreen/hibah/uang itu sekitar maksimal 30 juta per sekolah untuk meningkatkan mutu kantinnya agar lebih sehat, ada air mengalir,  tempat sampah, tertutup makanannya, dll”, kata Dodi.

“Ketiga kami juga melakukan monitoring bersama dengan badan POM setiap secara berkala sehingga terus dan terus kita memberikan dukungan sehingga mereka makin sehat yaitu dimaintenance/dijaga”,lanjut Dodi.

“Targetnya untuk tahun lalu hampir 300 dan untuk tahun ini mungkin lebih sedikit dari tahun lalu sehingga tahun ini bisa menjadi 2 kali lipat tahun  lalu”, tambah Dodi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo menghimbau, marilah kita bersama-sma kita kembangkan bekerjasama untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih sehat, yang bahasanya bapak presiden itu adalah sehat gratis bukan obat gratis.

1 Comment

  1. Ass…

    Setuju sekali buat Blog Guru SMPN 1 Kikim Barat, jajanan anak sekolah sekarang kalo diperhatikan emang sudah gak benar lagi alias yg penting gue dapat untung, anak orang mau sakit atau kagak, terserah!!!!

    Pemerintah yg berwenang harus kudu gencar dalam memperhatikan jajanan anak sekolah, karena secara langsung atau tidak langsung jajanan yg tidak sehat akan mempengaruhi kualitas pendidikan Indonesia.

    Maju terus demi kemajuan pendidikan nasional.ws

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s