Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Akhlaq

Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat - Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

3.  Kondisi Akhlaq

Kita tidak memungkiri bahwa di tengah kehidupan masa Jahiliyah banyak terdapat hal_hal yang hina, amoralitas, dan masalah_masalah yang tidak bisa diterima oleh akal sehat dan tidak disukai manusia. Namun meskipun demikian mereka masih memiliki akhlaq_akhlaq yang terpuji, mengundang kekaguman manusia dan simpati. Adapun di antara akhlaq_akhlaq orang masa Jahiliyah adalah sebagai berikut:

a.  Kedermawanan

Mereka saling berlomba_lomba dan membanggakan diri dalam masalah kedermawanan dan kemurahan hati. Adakalanya seseorang didatangi tamu yang kelaparan pada saat hawa dingin menggigit tulang. Sementara saat itu ia tidak memiliki kekayaan apa pun melainkan seekor unta yang menjadi penopang hidupnya. Namun rasa dermawan bisa menggetarkan hatinya, lalu ia pun bisa menjamu tamunya.

Di antara pengaruh kedermawanan ini, mereka biasa merasa bangga karena khamr. Bukan karena kebanggaan minumannya itu, tetapi karena hal itu dianggap sebagai slah satu cara untuk menunjukkan kedermawanan dan merupakan cara yang paling mudah untuk menujukkan pemborosan. Sehingga tidak heran jika mereka menyebut pohon anggur dengan nama “al_karam ” (kedermawanan), sedangkan khamr yang dibuat dari buah anggur disebut “bintu_karam” (putri kedermawanan). Jika kita sempat meneliti berbagai arsip syair_syair semasa Jahiliyah, maka kita akan mendapatkan satu bab khusus yang berisi pijian dan sanjungan ini, seperti Antarah bin Syaddad Al_Absy berkata,

Telah kuminum regukan_regukan arak
Setelah terlewati siang hari yang terik
Di dalam gelas kaca berwarna kuning kemilau
Bertabur bunga_bunga indah yang memukau
Kehormatanku juga tidak kuhiraukan
Kurelakan harta kan musnah jika minum arak
Kehormatanku yang tinggi tiada kusimak
Jika tidak mabuk tiada kusia_siakan undangan
Karena kutahu sifatku yang dermawan.

[Lihat Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury, Ar_Rahiqul Makhtum Bahtsun fis Sirah An_Nabawiyah ‘Ala Shahibiha Afdhalish Shalati was Salam, hal. 63-64]

Pengaruh lain dari kedermawanan ini, mereka biasa main judi. Mereka menganggap main judi adalah salah satu cara untuk mengekspresikan sifat kedermawanan, karena dari keuntungan judi itulah mereka bisa memberi makan orang_orang miskin, atau mereka bisa menyisihkan sebagian uang dari andil orang_orang yang mendapat keuntungan. Oleh karena itu, Alquran tidak mengingkari manfaat khamr dan main judi pada saat itu, akan tetapi dengan membuat redaksi ayat Alquran sebagai berikut:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “yang lebih dari keper-luan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat_Nya kepadamu supaya kamu berfikir, [QS. Al_Baqarah (2): 219]

b.  Memenuhi janji

Dimata orang_orang Arab Jahiliyah, janji adalah sama dengan hutang yang harus dibayar. Bahkan mereka lebih suka membunuh anaknya sendiri dan membakar rumahnya daripada meremehkan janji.

c.  Kemuliaan dan keengganan menerima kehinaan dan kedzaliman

Akibat dari akhlaq untuk enggan menerima kehinaan dan kedzaliman, maka mereka bersikap berlebih_lebihan dalam masalah keberanian, sangat pencemburu, dan mudah naik darah. Mereka tidak mau mendengarkan kata_kata yang menggambarkan kehinaan dan kemerosotan, melainkan mereka akan bengkit menghunus pedang, lalu pecah peperangan yang berkepanjangan. Bahkan mereka tidak lagi memperdulikan kematian bias menimpa dirinya sendiri karena hal itu.

d.  Pantang mundur

Jika mereka telah menginginkan sesuatu yang di situ ada keluhuran dan kemulian bagi mereka, maka tidak ada satu pun yang bisa menghadang atau mengalihkannya.

e.  Kelemah_lembutan dan suka menolong orang lain

Syaikh Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury mengatakan bahwa orang_orang Arab Jahiliyah biasa mebuat sangjungan tentang sifat ini. Tetapi hanya saja sifat ini kurang nampak, karena mereka berlebih_lebihan dalam masalah keberanian dan mudah terseret kepada peperangan.

f.  Kesederhaan pola kehidupan badui

Mereka tidak mau dilumuri warna_warni peradaban dan gemerlapnya. Hasilnya adalah sebuah kejujuran, dapat dipercaya, meninggalkan dusta dan penghiatan.

Bersambung ….

Silakan Lihat Tulisan Lainnya Di Bawah ini :

5 Comments

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya ingin menjawab secara sederhana saja, terkait dengan pertanyaan tentang Active Learning bahwa pendidikan yang benar adalah disesuaikan dengan lingkungan setempat.
    Analoginya fitrah bebek adalah berenang, jangan ajarkan bebek untuk terbang. Oleh karena itu, belajarkanlah bebek untuk berenang dalam lingkungan yang memungkinkan untuk berenang.
    Jadi, apabila dihubungkan dengan pendidikan di sekolah, belajarkanlah kepada putera-puteri kita sesuai dengan lingkungan yang ada. Jika digali lebih dalam niscaya lingkungan di sekitar sesungguhnya sangat kaya dengan sumber -sember pengetahuan, baik untuk kepentingan pembelajaran IPS, PKn, IPA atau pembelajaran lainnya. Ajak mereka berdialog dan memperoleh pengalaman dari lingkungannya.
    Demikian, pemahaman saya mohon maaf saya berdiskusi dalam ruang ini. dan mohon maaf pula untuk media realia-nya tampaknya akan menjadi PR saya.

    Wasalam

  2. Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakaatuh

    yerima kasih banyak buat pak Akhmad Sudrajat atas masukan dan nasehat berharganya buat kami semua, insya Allah secara berlahat kami akan mencoba dan berusaha untuk senantiasa menerapkannya dalam proses pembelajaran.

    Btw untuk media realia sangat kami tunggu kabar secepatnya karna kami sangat membutuhkan referensi serta pengetahuan yg mendalam tentang media realia tersebut.

    Jika ada pengunjung yg kebenaran membaca komentar ini and mempunyai pengetahuan tentang media realia, mohon dibagi pengetahuannya dengan kami.thanks🙂 ws

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s