Alhamdulillah Dapet Anugerah Terhormat: Top Blogger 2010

Alhamdulillah Dapet Anugerah Terhormat: Top Blogger 2010 dari salah satu blog jeme Lahat yaitu Adi Lahat.

ini adalah sebuah kehormatan bagi kami walaupun dari penghargaan ini belum ada sertifikatnya sebagai bentuk bukti fisik dari sebuah penghargaan, seperti kami diberi penghargaan oleh blog guru online setelah menjadi anggota mereka. tapi dengan adanya pengahargaan seperti ini saja kami sudah merasa senang. Oleh karena itu, sebagai bentuk perpanjangan dari penghargaan ini kami

akan melanjutkannya kepada blog-blog di bawah ini:

Syarat untuk memperoleh penghargaan (award) ini sangat gampang cukup anda tuliskan (copy paste) artikel yang anda anggap cocok untuk diberikan ke blog kami. Batas waktunya tanggal 17 Agustus 2010.

Terima kasih, mudah-mudahan hal ini dapat menambah silaturrahim kita bersama.ws🙂

15 Comments

  1. makasih om, tp saya masih bingung dgn syarat tersebut; “cukup anda tuliskan (copy paste) artikel yang anda anggap cocok untuk diberikan ke blog kami”…maksudnya apakah saya harus memberikan tulisan saya diblog utk diposting ulang di blog ini?

  2. Membuat Anak Jatuh Hati Pada Matematika

    Pelajaran matematika sampai saat ini masih menjadi hantu yang menakutkan bagi anak apalagi jika ditambah pula dengan guru yang menyajikan secara konvensional. Guru matematika masih asyik menggunakan metode drilling daripada metode lain seperti permainan misalnya. Kalaupun metode permainan itu digunakan, terkadang kurang efektif sehingga akhirnya menjadi kambing hitam dari ketidakberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Padahal apabila metode ini digunakan secara bijak dan cerdik justru dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap pelajaran matematika. Inilah tugas kita sebagai guru memberikan pendidikan yang bermutu khususnya belajar matematika dengan metode yang beragam sehingga membuat anak enjoy belajar . Ketika mereka sudah cinta dengan pelajarannya , maka guru akan dengan mudah memberikan materi pelajaran . LET THEM LOVE FIRST!

    Dunia bermain adalah milik anak-anak. Kegiatan pembelajaran khususnya di kelas rendah hendaknya memahami kebutuhan anak ini. Guru hendaknya menciptakan pola pembelajaran yang BERMAIN SAMBIL BELAJAR atau belajar sambil bermain. Ciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan sehingga Matematika yang sering kali dilabelisasi sebagai kegiatan yangmemusingkan , berubah menjadi kegiatan belajar yang mengasyikan . Belajar matematika memang identik dengan mengerjakan soal latihan, Betul! semakin sering anak berlatih semakin terasah kemampuannya. Tapi haruskan anak dijejali dengan soal latihan terus-menerus? Apakah itu satu-satunya jalan agar siswa pandai? Kalau jawabannya ya, maka tunggulah sebuah bom waktu ketika mereka mengatakan SAYA BENCI PELAJARAN MATEMATIKA! Bagaimana cara agar mereka mencintai pelajaran matematika sejak dini?

    Beberapa tips ini merupakan rangkuman pembelajaran yang telah saya terapkan di kelas rendah:

    * Masuk ke dalam dunia anak-anak yaitu dunia bermain. Dengan permainan siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep; kaidah-kaidah atau prinsip; unsur-unsur pokok, proses, hasil dan dampak (Suyatno;2003,12). Materi apapun dapat kita kreasikan dengan berbagai permainan contohnya ketika anak menyelesaikan soal cerita penjumlahan/pengurangan guru mengajak anak untuk bermain peran agar pemahaman anak terbentuk secara nyata. Memvisualisasikan soal cerita ke dalam kegiatan bermain peran, akan mengantarkan anak memahami soal cerita. Kegiatan lain adalah mengajak anak bermain menjadi detektif. Guru menuliskan soal di secarik kertas, menyimpannya di pojok kelas kemudian meminta anak menjawab soal itu.

    * Mengunakan alat manipulatif : Ketika anak belajar penjumlahan/pengurangan, guru dapat meminta anak membawa kerikil, lidi, biji jagung, stik es krim atau kancing sebagai alat hitung. Ketika guru menuliskan soal 4 + 5 = … biarkan anak menghitung sendiri atau membuktikan jawaban dengan cara mengambil 4 kerikil + 5 kerikil . Dengan bantuan alat manipulatif ini, pembelajaran matematika tidak ‘ngawang-ngawang’ karena anak melihat secara nyata dari hasil penjumlahan 4 + 5. Piaget dan Gresler (1986: 2005)mengatakan bahwa usia ini merupakan fase dimana anak masih berpikir kongkret

    * Anak-anak juga suka bernyanyi. Metode ini sungguh efektif dalam membantu anak memahami materi. Jika lagu-lagu anak yang ada tidak ada yang cocok dengan materi yang akan dibahas, apa salahnya jika guru menciptakan sendiri. Mengadaptasi lagu anak yang ada dengan mengganti liriknya. Contohnya dapat dilihat disini.

    * Memproduksi sesuatu. Belajar matematika juga dapat menghasilkan sebuah karya contohnya ketika anak mempelajari bermacam-macam bentuk bangun ruang, guru dapat mengajak anak untuk bermain membuat bangunan dari bangun ruang seperti balok, kubus, kerucut, prisma, tabung, bola dsb. Dari pengalaman saya, anak-anak kreatif sekali dalam membuat bangunan dari bangun ruang ini . Ada kelompokyang membuat rumah sakit, mall, bandara atau menara. Mereka antusias sekali ketika diminta untuk memberi judul bangunannya . Setelah selesai membuat bangunan, guru meminta anak untuk menghitung berapa banyak bangun ruang ( balok, kubus, tabung dst) yang digunakan. Kegiatan ini dapat dituangkan ke dalam Lembar Kerja siswa.

    Note:
    Artikel ini dikirimkan sesuai permintaah pak Hafizh. Mudah-mudahan berkenan

    Alhamdulillah artikel ini juga meraih pemenang dalam lomba di http://bahasasiswa.do.am/blog/2010-04-25-314

    Salam hangat

  3. Jurnal Penelitian Indonesia

    Jurnal yang dimaksud di sini bukan berarti catatan harian, atau salah satu jenis metode dalam akuntansi. Tetapi merupakan resume gambaran sebuah penelitian ilmiah (baik science maupun social) yang telah berlangsung, atau ide penelitian yang sedang akan dilaksanakan. Bisa bersumber dari skripsi, tugas akhir, thesis, disertasi, PKM (Penelitian Kreativitas Mahasiswa) dan penelitian ilmiah lainnya baik dari lingkungan kampus maupun non-kampus. Jurnal seringkali dijadikan sebuah referensi dalam melakukan penelitian. Menjadi salah satu acuan state of the art. Landasan teori.

    Tetapi secara umum, jurnal dari luar negri lebih sering dicari dan mudah dicari oleh mahasiswa tanah air. Entah karena kualitas dan kuantitasnya lebih baik, atau karena kemudahan dalam mencari lebih nyaman. Beberapa web penyedia jurnal dari luar lebih cukup tenar di telinga mahasiswa. Sebut saja bagi mahasiswa teknik, jurnal dari ebsco, elsevier, emeraldinsight dan IEEE. Di beberapa kampus tanah air, mereka juga berlangganan jurnal dari luar.

    Beberapa kampus di tanah air sesungguhnya juga mempunyai perhatian terhadap keberadaan atau pentingnya jurnal asli Indonesia. Misalnya dengan adanya jurnal yang dihasilkan dari seminar atau prosiding serta jurnal yang berasal dari sebuah majalah kampus. Jadi tidak hanya asal-asalan, serius dikerjakan dengan memperhatikan aspek kualitas dan formal hukum. Tetapi sekali lagi, hal tersebut secara umum masih kurang familier di kalangan para pencari jurnal. Seperti telah disebutkan di atas, kebanyakan lebih familier dengan web penyedia jurnal dari luar, atau bahkan mencari jurnal dari search engine internet.

    Dengan melihat kondisi tersebut, mungkin bisa dijadikan salah satu gejala atau symptom bahwa perhatian terhadap penelitian ilmiah khususnya jurnal masih perlu ditumbuhkembangkan. Supaya kalangan civitas akademia kampus benar-benar menjadikan lingkungan kampus sebagai salah satu embrio para ilmuwan. Yang akan menghasilkan berbagai penemuan atau kemanfaatan bagi dunia nyata, bukan hanya mencetak seseorang yang siap untuk menjadi pekerja.

    Sekadar info beberapa web kampus tanah air, menyediakan jurnal asli Indonesia yang siap diunduh. Referensi Ilmiah Indonesia dari Dikti, ITB, UI, UNS, UII, IPB, USU, UNPAD, UNIBRAW, UNDIP, UGM, Jurnal Swarapolitika UNSOED, Jurnal Filsafat UGM. Semoga bisa membantu ”pemasaran” jurnal asli buatan anak negri, dan juga sebagai bukti kemampuan intelektual anak negri.

    sumber : http://nurrahmanarif.wordpress.com/2010/06/03/jurnal-penelitian-indonesia/

  4. Ping balik: Top Blogger 2010 « nurrahman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s