Siap Mensukseskan UNBK, USBN dan US oleh Waka Kurikulum SMP Negeri 10 Lahat


Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh.

upacara-senin-waka-kurikulum

Setelah memuji Allah Azza wa Jalla dan bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 10 Lahat, Mom Silvi Yuliana, S.Pd menyampaikan rasa hormat kepada segenap kepala sekolah, guru dan tata usaha SD Islam Terpadu Labbaik Lahat, SMP Negeri 10 Lahat dan SMA Islamic Center Lahat serta ungkapan rasa bangga kepada seluruh peserta didik.

Adapun tema amanat upacara senin kali ini adalah “Siap Mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US)”. Mom Silvi Yuliana, S.Pd menyampaikan bahwa kelas IX SMP dan kelas XII SMA Tahun Pelajaran 2016-2017 ini akan menghadapi tiga ujian, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US). Oleh karena itu, SMP Negeri 10 Lahat dan SMA Islamic Center Lahat harus ikut mensukseskan pelaksanaan ujian-ujian itu dengan cara berpartisifasi aktif mencari informasi dan pemecahan setiap masalahnya.

Baca lebih lanjut

Suasana Jum’at Berbagi Kelas 7.E Madinah di SMP Negeri 10 Lahat


Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh.

jumat-berbagi-8

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan semesta alam. Kemudian sholawat dan kesejahteraan semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan ummatnya sampai akhir zaman.

Alhamdulillah, salah satu program keislaman SMP Negeri 10 Lahat yang terus istiqomah diamalkan adalah “Jum’at Berbagi.” Program Jum’at Berbagi di SMP Negeri 10 Lahat dilaksanakan setiap hari Jum’at pada jam istirahat, yaitu pukul 09.50 – 10.10 wib.

Baca lebih lanjut

Upacara Senin (21 November 2016) By. Ustadzah Suswati, S.Pd


Bismillaah..

img_20161121_073345

Setelah memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian ustadzah Suswati, S.Pd menaruh rasa hormat kepada segenap kepala sekolah, guru dan tata usaha SD Islam Terpadu Labbaik Lahat, SMP Negeri 10 Lahat dan SMA Islamic Center Lahat serta ungkapan sayang dan bangga kepada seluruh peserta didik.

Baca lebih lanjut

Suksesss..! Pendampingan Ke-3 ISO 9001:2015 di SMP Negeri 10 Lahat


Bismillaah..

img_20161118_105537

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah mengkarunia-i manusia dengan akal pikiran. Dengan akal pikiran itu pula manusia mampu mengelola sesuatu menjadi lebih baik, terarah, dan teratur. Inilah semangat yang dibangun dalam penerapan ISO 9001:2015 di SMP Negeri 10 Lahat.

Penerapan ISO 9001:2015 ini benar-benar memberikan angin segar untuk perbaikan SMP Negeri 10 Lahat, baik dalam hal kelengkapan arsip data sekolah, keindahan tatanan fasilitas sekolah maupun dalam perbaikan kualitas pembelajaran guru dan lainnya. Hal demikian kami laksanakan dalam rangka memberikan kepuasan kepada pelanggan SMP Negeri 10 Lahat, baik kepada peserta didik, orangtua, masyarakat maupun pihak-pihak terkait lainnya.

Baca lebih lanjut

Keterampilan Bertanya


Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Bertanya merupakan tingkah laku yang sangat penting di dalam kelas bertanya untuk mengetahui apakah kualitas berfikir siswa dari sederhana terjadi perubahan frerfikir secara kompleks setelah diberikan pelajaran.

Bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan siswa untuk berfikir dan mengemukakan jawaban yang sesuai dengan harapan guru. Guru dalam mengajukan pertanyaan kepada seorang siswa sering kali tidak terjawab, sebab maksud pertanyaan tersebul kurang dapat dipahami oleh siswa dalam hal ini.
Sardinian 1987 dalam bukunya ‘Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar’ mengatakan bahwa pertanyaan yang baik mempunyai ciri-ciri:
(1) Kalimatnya singkat dan jelas.
(2) Tujuannya jelas.
(3) Setiap pertanyaan hanya -satu masalah.
(4) Mendorong anak untuk berfikir kritis.
(5) Jawaban yang diharapkan bukan sekedar ya atau tidak.
(6) Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa, dan
(7) tidak menimbulkan tafsiran ganda
(http://www.jambiekspres.co.id/index.php/guruku/2506-pentingnya-guru-mengusai-keterampilan-mengajar.html 11-10-09 20.38 )

Umumnya orang bertanya jika ia ingin mengetahui apa yang belum diketahuinya. Didalam kelas, guru bertanya kepada siswa untuk berbagai tujuan.
Tujuan penggunaan keterampilan bertanya
(1) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan
(2) Memusatkan perhatian
(3) Mengembangkan SCL (Studen Center Learning)
(4) Menarik siswa dalam pokok pembicaraan
(5) Mengembangkan cara belajar siswa aktif
(6) Mengetahui kesulitan belajar siswa
(7) Memotifasi siswa mengeluarkan pendapat
(8) Mengukur hasil belajar siswa.

Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan:
(1) Kehangatan Dan Keantusiasan
Baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa, sikap dan gaya guru suara, ekpresi wajah, gerakan badan, dan sebagainya. Menampilkan ada tidaknya kehangatan.
Kebiasaan Yang Harus Dihindari
(1) Mengulangi Pertanyaan Sendiri
Contoh : Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan guru mengulangi pertanyaan kembali akibatnya siswa tidak konsentrasi.

(2) Mengulangi Jawaban Siswa
Menyebabkan waktu terbuang, siswa tidak mendengar jawaban dari temanya yang lain karena guru akan mengulanginya.
(3) Mejawab Pertanyaan Sendiri
Pertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan cukup untuk memikirkan jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu memikirkan jawabanya karena guru akan memikirkan jawabanya.
(4) Pertanyaan Yang Memancing Jawaban Serentak
Contoh : Apa ibu kota RI?
Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar dan menutut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.
(5) Pertanyaan Ganda
Contoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama datang ke Indonesia, mengapa mereka datang, dan apa akibat mereka itu bagi bangsa Indonesia. Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menyelesaikan satu dari semua tugas itu.
(6) Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya. Akibatnya anak yang tidak ditunjuk tidak memikirkan jawabanya.

Komponen Ketrampilan bertanya
a. Pengungkapan pertanyaan yang jelas dan singkat
b. Pemberian acuan
Contoh : Kita telah mengetahui bahwa erosi tanah dapat disebabkan oleh air dan angin terutama jika tanah itu gundul, tanah yang bagaimana lagi yang mudah terjadi erosi tanah oleh air.
c. Pemusatan
d. Pemindahan giliran
Pemindahan giliran : beberapa siswa bergilir diminta menjawab pertanyaan yang sama.

e. Penyebaran
Penyebaran : beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan giliranya kepada siswayang bertanda.
f. Pemberian waktu berfikir
g. Pemberian tuntunan
h. Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana.
i. Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana
j. Mengulangi penjelasan sebelumnya yang berhubungan pertanyaan.
(http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12222/Keterampilan+bertanya.doc. 11-10-09 20.41)

Keterampilan Memberi Penguatan


Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang betujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas jawaban atau perbuatannya sebagai suatu motivasi ataupun koreksi. Atau, penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar-mengajar.

Penguatan diberikan dengan tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, mengontrol dan memotivasi perilaku yang negatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memelihara iklim kelas yang kondusif.
Penguatan dapat dibagi menjadi penguatan verbal dan non-verbal. Penguatan verbal diberikan dalam bentuk kata-kata/kalimat pujian, sentuhan, kegiatan yang menyenangkan, serta benda atau simbol. Penguatan dapat juga diberikan dalam bentuk penguatan tak penuh, jika respon/perilaku siswa tidak sepenuhnya memenuhi harapan.
Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut.
1. Kehangatan dan keantusiasan
2. Kebermaknaan
3. Hindari respon negatif
4. Penguatan harus bervariasi
5. Sasaran penguatan harus jelas
6. Penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.
(http://massofa.wordpress.com/2008/01/25/ketrampilan-dasar-mengajar/ 11-10-09 20.48 )

Keterampilan Menjelaskan


Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Dalam kegiatan belajar-mengajar, menjelaskan merupakan tindakan yang banyak dilakukan, terutama oleh guru. Apabila seorang guru menjelaskan, artinya guru tersebut memberikan informasi sedemikian rupa sehingga siswa benar-benarmengerti dan memahami apa yang diinformasikan oleh guru.

Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Tujuan menjelaskan:
(1) membantu siswa untuk memahami rumus, dalil, dan prinsip,
(2) melibatkan siswa untuk berfikir,
(3) mendapatkan balikan mengenai pemahaman siswa,
(4) membimbing siswa dalam proses belajar untuk memecahkan masalah.

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
(1) penjelasan harus relevan denngan tujuan kegiatan belajar-mengajar,
(2) penjelasanharus sesuai dengan tingkat kemampuan dan latar belakang siswa,
(3) penjelasan harus sesuai dengan usia siswa,
(4) penjelasan harus bermakna bagi siswa.

Langkah-langkah menjelasakn:
(1) merencanakan penjelasan, dan
(2) menyajikan penjelasan.

Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Merencanakan materi penjelasan yang mencakup:
a. menganalisis masalah,
b. menentukan hubungan, serta
c. menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai.
2. Menyajikan penjelasan, yang mencakup:
a. kejelasan, yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan,
b. penggunaan contoh dan ilustrasi, yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif,
c. pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar, dan membuat struktur sajian, dan
d. balikan, yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa, baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas.
Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran, dengan selalu memperhatikan karakteristik siswa yang diberi penjelasan serta materi/ masalah yang dijelaskan.
(http://massofa.wordpress.com/2008/01/25/ketrampilan-dasar-mengajar/ 11-10-09 20.48 )