Sebaiknya …! Jangan Menyingkat Tulisan Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” dengan “SAW”


Bismillah ..

konsekuensi-cinta-kepada-nabi-muhammad

Masihkah Anda suka menyingkat penulisan Shallalla ‘Alaihi wa Sallam dengan SAW? Jika masih, maka apa alasamu? Apakah untuk mepercepat penulisan? dan apakah Anda tidak merasa rugi jika engkau menghilangkan pahala shalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat engkau menulisnya?

Akhi Ukthi jika engkau menyingkat Shallallahu ‘alahi wa sallam dengan saw maka engkau termasuk menghilangkan pahala shalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seseorang. Dan seandainya saja seseorang menulis shalawat secara lengkap, maka penulisnya akan mendapat pahala. Begitu pula orang-orang yang membacanya.

Baca lebih lanjut

Abu Musa Asy’ari


Abu Musa Asy'ariNama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais. Beliau sempat ikut hijrah ke Abessina, kemudian datang ke Madinah setelah perang Khaibar. Khalifah Usman bin Affan mengangkatnya sebagai penguasa di Koufah.Beliau ini termasuk arbitrator dalam peristiwa arbitrasi Shiffin.

Salah seorang sahabat Rasulullah yang telah beliau do’akan dengan permohonan kepada Allah ampunan dan agar dihari kiamat dimasukkan kedalam tempat yang mulia adalah Abu Musa Al-Asy’ariy, sebagaimana do’a Rasulullah : ”Allahumaghfir li-’Abdillah bin Qais zanbahu, wa adkhilhu yauma al-qiyamati madkhalan kariimaa”.

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhar bin Harb bin bin Aamir, dan terus sampai nasabnya pada Asy’ari bin Adad. Nabi memanggilnya dengan “Abdullah bin Qais” seperti dalam hadist yang diriwayatkan dari Abi Musa Ra, bahwa Rasulullah mengatakan kepadanya : ”Ya Abdullah bin Qais, inginkah kamu aku ajarkan satu kalimat dari perbendaharaan surga? yaitu (la hawla wala quwwata illa billah)”. Dan juga pada hadist do’a Rasulullah yang telah disebutkan diatas tadi. Sedangkan julukan “Abu Musa” diambil dari nama salah salah satu anaknya.

Baca lebih lanjut

Abu Hurairah


Abu HurairahAbu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist Nabi Shallallahu alaihi wassalam, ia meriwayatkan hadist sebanyak 5.374 hadist.

Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya perang Khibar, Rasulullah sendirilah yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena kecintaan beliau kepadanya.

Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Rasulullah agar Abu Hurairah dianugrahi hapalan yang kuat. Ia memang paling banyak hapalannya diantara para sahabat lainnya.

Pada masa Umar bin Khaththab menjadi Khalifah, Abu Hurairah menjadi pegawai di Bahrain, karena banyak meriwayatkan hadist Umar bin Khaththab pernah menetangnya dan ketika Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam : ” Barangsiapa berdusta mengatasnamakanku dengan sengaja, hendaklah ia menyediakan pantatnya untuk dijilat api neraka”. Kalau begitu kata Umar, engkau boleh pergi dan menceritakan hadist.

Baca lebih lanjut

Abu Dzar Al-Ghifari


Abu Dzar Al-Ghifari Abu Dzaar al-Ghifari Nama aslinya adalah Jundab bin Junadah dinisbatkan kepada kakeknya Junadah yang berasal dari Ghifar, ia seorang Kinani. Abu Dzarr orang yang ahli ibadah sebelum diutusnya Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Ia adalah sahabat kelima yang lebih dulu masuk Islam, Ia baru bisa Hijrah setelah perang Khandaq.

Abu Dzarr seorang yang zuhud tidak pernah menyimpan makanan untuk hari esok. Namun dimasa pemerintahan Utsman, ia mengajak orang orang untuk mendirikan semacam baitul mal, hal ini didorong rasa kemanusiaan namun Utsman bin Affan tidak tertarik akan gagasan itu dan selanjutnya ia mengasingkan ke Rabadzah dan menetap disitu sampai wafatnya. Pada saat wafatnya yang kebetulan Ibnu Mas’ud lewat ke Rabadzah dan menshalatkannya jenazahnya.

Abu Dzaar meriwayatkan hadits dari Umar, Ibnu abbas, Ibnu Umar dan lainnya. Yang diriwayatkan darinya antara lain Al-Hanaf bin Qais, Abdurahman bin Ghanam dan Atha’.

Sanad paling shahih yng berpangkal daripadanya ialah yang diriwayatkan dari penduduk syam dari jalur Sa’id bin Abdil Aziz, dar Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzarr.

Abu Dzarr meriwayatkan hadits sebanyak 281 hadits.

Baca lebih lanjut

Cara Praktis Cek Status Keaktifan PUPNS di ePUPNS 2015


Para PNS yang berbahagia, salah satu hal penting yang harus dilakukan setelah Anda berhasil Registrasi e-PUPNS (ditandai dengan adanya Tanda Bukti Pendaftaran PUPNS 2015) adalah memastikan apakah status registrasi Anda sudah disetujui oleh Admin e-PUPNS level BKD atau belum. Hal ini penting dilakukan karena ketika PNS telah sukses registrasi e-PUPNS itu tidak secara otomatis dapat melakukan login di e-PUPNS BKN. Jadi jika status e-PUPNS seorang PNS sudah aktif, maka sejak saat itu PNS sudah bisa melakukan input dan mengedit datanya melalui login e-PUPNS.

Untuk mengecek status keaktifan PNS di aplikasi e-PUPNS dapat dilakukan pengecekan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Kunjungi e-PUPNS (https://epupns.bkn.go.id/menu), kemudian klik ” Cek Status

Cara Mengecek Status Aktif PUPNS
2. Klik menu Cek Status Pendaftaran PUPNS
Cek Status Pendaftaran PUPNS
3. Masukkan Nomor Registrasi PUPNS, kemudian klik Cek
Masukkan Nomor Registrasi PUPNS
4. Status Pendaftaran PUPNS
a. Status pendaftaran pupns belum diverifikasi oleh BKD/status belum aktif
Status pendaftaran pupns belum diverifikasi oleh BKD
 Status Pendaftaran PUPNS Belum Aktif
Jika pendaftaran e-PUPN Anda belum aktif maka ada keterangan dengan status “Data Anda belum diverifikasi, mohon menghubungi Biro Kepegawaian di instansi saudara/saudari.” Dalam hal ini, Anda tidak perlu terburu-buru untuk menghubungi BKD karena Admin level BKD akan mengetahui jika ada pendaftar baru dan segera diverifikasi sesuai urutan nomor registrasi yang awal. Anda bisa mengajukan/menghubungi Admin level BKD jika memang Anda sudah mendaftar lama tetapi belum juga diverifikasi olehnya.
b. Status pendaftaran pupns sudah diverifikasi/sudah aktif
Status pendaftaran pupns sudah aktif
 Status Pendaftaran PUPNS Aktif
Jika status pendaftaran e-PUPNS Anda sudah aktif berarti Anda sudah bisa login di https://epupns.bkn.go.id/login. Demikian tentang Cara Mengecek Status Pendaftaran PUPNS 2015. Semoga bermanfaat.
Sumber: websitependidikan.com

Sa’id bin Zaid


sahabat dijamin masuk surga 3Zaid bin Amr bin Nufail berdiri di tengah-tengah orang banyak yang berdesak-desakan menyaksikan kaum Qurays berpesta merayakan salah satu hari besar mereka.

Kaum pria memakai serban sundusi yang mahal, yang kelihatan seperti kerudung Yaman yang lebih mahal. Kaum wanita dan anak-anak berpakaian bagus warna menyala dan mengenakan perhiasan indah-indah. Hewan-hewan ternak pun dipakaikan bermacam-macam perhiasan dan ditarik orang-orang untuk disembelih di hadapan patung-patung yang mereka sembah.

Zaid bersandar ke dinding Kakbah seraya berkata, “Hai kaum Qurays! hewan itu diciptakan Allah. Dialah yang menurunkan hujan dari langit supaya hewan-hewan itu minum sepuas-puasnya. Dialah yang menumbuhkan rumput-rumputan supaya hewan – hewan itu makan sekenyang-kenyangnya. Kemudian, kalian sembelih hewan-hewan itu tanpa menyebut nama Allah. Sungguh bodoh dan sesat kalian.

Baca lebih lanjut

Sa’ad bin Abi Waqqash


 sahabat dijamin masuk surga 1Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Abi Waqqash bin Uhaib Az-Zuhri dengan julukan “Abu Ishaq”, Ia adalah salah seorang diantara sepuluh orang sahabat yang mendapat kabar gembira bakal masuk surga, dan orang yang pertama dalam melontarkan panah dalam perang Sabillillah, ia orang yang ke empat lebih dulu masuk Islam melalui tangan Abu Bakar ketika umurnya 17 tahun.

Sa’ad bin Abi Waqqash mengikuti banyak peperangan bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, dalam peperangan itu ia bergabung dalam pasukan berkuda. Ia berasal dari bani Zuhrah seasal dengan ibu Nabi (Aminah).

Khilafah Umar bin Khaththab mengangkatnya menjadi komandan pasukan yang dikirimkan untuk memerangi orang Persia dan berhasil mengalahkannya pada tahun 15 H di Qadisiyah. Setahun setelahnya 16 H di Julailak ia menaklukan Madain dan Bani al-Kuffa pada tahun 17 H.

Baca lebih lanjut