Sebaiknya …! Jangan Menyingkat Tulisan Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” dengan “SAW”


Bismillah ..

konsekuensi-cinta-kepada-nabi-muhammad

Masihkah Anda suka menyingkat penulisan Shallalla ‘Alaihi wa Sallam dengan SAW? Jika masih, maka apa alasamu? Apakah untuk mepercepat penulisan? dan apakah Anda tidak merasa rugi jika engkau menghilangkan pahala shalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat engkau menulisnya?

Akhi Ukthi jika engkau menyingkat Shallallahu ‘alahi wa sallam dengan saw maka engkau termasuk menghilangkan pahala shalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seseorang. Dan seandainya saja seseorang menulis shalawat secara lengkap, maka penulisnya akan mendapat pahala. Begitu pula orang-orang yang membacanya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hukum merayakan Maulid Nabi


Perhatian: Sebelum mendownload file di bawah ini, maka penting untuk mengisi “Buku Tamu” terlebih dahulu atau tinggalkan komentarnya. jzklh

Download File Di sini: maulid-rtf.zip

Al-Hafidz Ash-Sakhowi dalam fatwanya mengatakan: “ memperingati hari kelahiran Nabi Shollallohu alaihi was sallam tidak pernah dinukil dari seorangpun kalangan as-salaf ash-sholih (para pendahulu dari kalangan sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka) hingga sekitar tahun 300-an Hijriah, akan tetapi perbuatan itu diketemukan setelah tahun tersebut”.

Dengan demikian ada soal penting yang perlu dijawab yaitu: “Kapan perbuatan ini pertama kali terjadi? Dan siapa yang pertama kali melakukannya? Apakah dari kalangan ulama, atau hakim atau raja-raja yang merupakan penerus-penerus ahli sunnah dan orang-orang yang mengikuti mereka? Atau orang lain di luar mereka? Dapatkan keterangan yang jelas tentang hal ini segera!