Saudah binti Zam`ah


imagesWalaupun Saudah binti Zum’ah tidak terlalu populer dibandingkan dengan istri Rasulullah lainnya, dia tetap termasuk wanita yang memiliki martabat yang mulia dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya. Dia telah ikut berjihad di jalan Allah dan termasuk wanita yang pertama kali hijrah ke Madinah. Perjalanan hidupnya penuh dengan teladan yang baik, terutama bagi wanita-wanita sesudahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalm. menikahinya bukan semata-mata karena harta dan kecantikannya, karena memang dia tidak tergolong wanita cantik dan kaya. Yang dilihat Rasulullab adalah semangat jihadnya di jalan Allah, kecerdasan otaknya, perjalanan hidupnya yang senantiasa baik, keimanan, serta keikhlasannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Baca lebih lanjut

Di Bawah Lindungan Nubuwah Dan Risalah


Di Gua Hira’

Berdasarkan beberapa hasil penelitian bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum itu telah membentangkan jarak pemikiran antara diri beliau dengan kaum beliau. Ketika usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hampir mencapai empat puluh tahun, sesuatu yang paling disukai adalah mengasingkan diri. Dengan membawa roti dari gandum dan air, beliau pergi ke gua Hira’ di Jabal Nuur, yang jaraknya kira_kira dua mil dari kota Makkah, suatu gua yang tidak terlalu besar, yang panjangnya empat hasta dan lebarnya antara tiga perempat hingga satu hasta. Kadang_kadang keluarga beliau ada yang menyertai ke sana. Selama bulan Ramadhan beliau berada di gua ini, dan tidak lupa memberikan makanan kepada setiap orang miskin yang juga datang ke sana. Beliau menghabiskan waktunya untuk beribadah, memikirkan keagungan alam di sekitarnya dan kekuatan tidak terhingga di balik alam. Beliau tidak pernah merasa puas melihat keyakinan umatnya yang penuh dengan kemusyrikan dan segala persepsi mereka yang tidak pernah lepas dari tahayul. Sementara itu, di hadapan beliau juga tidak ada jalan yang jelas dan mempunyai batasan_batasan tertentu, yang bisa menghantarkan kepada keridhaan dan kepuasan hati beliau.

Baca lebih lanjut

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 4)


Renovasi Ka’bah dan Pengambilan Keputusan

Pada usia tiga puluh lima tahun, orang_orang Quraisy sepakat untuk merenovasi Ka’bah, karena Ka’bah itu berupa susunan batu_batu, lebih tinggi dari badan manusia, tepatnya sembilan hasta yang dibangun sejak masa Isma’il, tanpa ada atapnya, sehingga banyak pencuri yang suka mengambil barang_barang ber-harga yang tersimpan di dalamnya. Lima tahun sebelum kenabian, kota Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram, sehingga sewaktu_waktu bisa membuat Ka’bah menjadi runtuh. Dan kondisi seperti itu membuat bangun-an Ka’bah semangkin rapuh dan dinding_dindingnya pun sudah pecah_pecah. Sementara itu, orang_orang Quraisy dihinggapi rasa bimbang antara merenovasi dan membiarkannya apa adanya. Namun akhirnya mereka sepakat untuk tidak memasukan bahan –bahan bangunannya kecuali yang baik-baik. Mereka tidak menerima masukan dari maskawin dari para pelacur, jual beli dengan sistem riba dan perampasan terhadap harta orang lain. Sekalipun begitu mereka merasa takut untuk merobohkannya. Akhirnya Al_Walid bin Mughirah Al_Makhzumy mengawali perobohan bangunan Ka’bah, lalu diikuti oleh semua orang, setelah tahu tidak ada sesuatu pun yang menimpa Al_Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan Ka’bah, hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.

Baca lebih lanjut

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 3)


Perang Fijar

Pada usia lima belas tahun, meletus Perang Fijar antara pihak Quraisy bersama Kinanah, berhadapan dengan pihak Qais Ailan. Komandan pasukan Qaraisy bersama Kinanah dipegang oleh Harb bin Umayyah, karena pertimbangan usia dan kedudukannya yang terpandang. Pada mulanya pihak Qais Ailan yang mendapat kemenangan. Namun kemudian beralih ke pihak Quraisy bersama Kinanah.

Dinamakan Perang Fijar, karena terjadi pelanggaran terhadap kesucian tanah haram dan bulan_bulan suci. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut berga-bung dalam peperangan ini dengan cara mengumpulkan anak panah bagi paman_paman beliau untuk dilemparkan kembali ke pihak musuh. [Lihat Fu’ad Hamzah, Qalbu Jaziratil ‘Arab, (Mesir: Al_Mathba’ah As_Salafiyyah wa Maktabuha, 1923 M), hal. 260]

Baca lebih lanjut

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 2)


Kembali ke Pangkuan Ibunda Tercinta

Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, maka Halimah As_Sa’diyah merasa khawatir terhadap keselamatan beliau, sehingga dia mengembalikannya kepada ibunya. Kemudian beliau hidup bersama ibunda tercinta hingga berumur enam tahun.

Beberapa waktu kemudian Aminah binti Wahb merasa perlu untuk mengenang suaminya yang telah meninggal dunia dengan cara mengunjungi kuburannya di Yatsrib Madinah. Maka dia pergi dari Makkah menempuh perjalanan sejauh 500 KM, bersama putranya yang yatim, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, disertai pembantu wanitanya, yaitu Ummu Aiman. Setelah menetap selama satu bulan di Madinah, maka Aminah binti Wahb dan rombongannya siap_siap untuk kembali ke Makkah. Dalam perjalanan pulang itu dia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di Abwa’, yang terletak di antara Makkah dan Madinah. . [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, As_Sirah An_Nabawiyah, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/168; dan lihat juga kitab Talliqihu Fuhumi Ahli Atsar karya Abul Fajar Abdurrahman bin Al-Jauzy, hal. 8]

Baca lebih lanjut

Keluarga Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam


Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Keluarga Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam

Keluarga Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan sebutan keluarga Hasyimiyah, yang dinisbatkan kepada kakeknya, yaitu Hasyim bin Abdu Manaf. Oleh karena itu, ada baiknya kita menyebutkan sekilas tentang keadaan Hasyi dan keturunan sesudahnya.

Baca lebih lanjut

Nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam


Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Syaikh Shafiyyurrahman Al_Mubarakfuri dalam kitab Ar_Rahiqul Makhtum Bah-tsun fis Sirah An_Nabawiyah ‘Ala Shahibiha Afdhalish Shalati was Salam menga-takan bahwa ada tiga bagian tentang nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Politik dan Agama


Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

4.  Kondisi Politik

Kondisi Politik di Jazirah Arab merupakan garis menurun, merendah dan tidak ada tambahan yang mengarah ke atas. Manusia bisa dibedakan antara tuan dan budak, pemimpin dan rakyat. Para tuan – terlebih lagi selain Arab – berhak atas semua harta rampasan dan kekayaan, dan hamba diwajibkan membayar denda.

Baca lebih lanjut

Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Akhlaq


Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat - Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

3.  Kondisi Akhlaq

Kita tidak memungkiri bahwa di tengah kehidupan masa Jahiliyah banyak terdapat hal_hal yang hina, amoralitas, dan masalah_masalah yang tidak bisa diterima oleh akal sehat dan tidak disukai manusia. Namun meskipun demikian mereka masih memiliki akhlaq_akhlaq yang terpuji, mengundang kekaguman manusia dan simpati. Adapun di antara akhlaq_akhlaq orang masa Jahiliyah adalah sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Sosial


Assalamu’alikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

SMP Negeri 10 Lahat - Kegiatan MABIT Kelas 9

SMP Negeri 10 Lahat – Kegiatan MABIT Kelas 9

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

2.  Kondisi Sosial

Di kalangan Bangsa Arab terdapat beberapa kelas masyarakat, yang kondisinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hubungan seseorang dengan keluarga di kalangan Bangsawan sangat diunggulkan dan diprioritaskan, dihormati dan dijaga sekalipun harus dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertum-pah. Jika seseorang ingin dipuji dan menjadi terpandang di mata Bangsa Arab karena kemuliaan dan keberaniannya, maka ia harus banyak dibicarakan di kalangan kaum wanita. Jika seorang wanita menghendaki, maka ia bisa meng-umpulkan beberapa kabilah untuk suatu perdamaian, dan jika mau ia juga bisa menyalakan api perperangan dan pertempuran di antara mereka. Sekalipun begitu, seorang laki_laki tetap dianggap sebagai pemimpin di tengah keluarga, yang tidak boleh dibantah dan setiap perkataannya harus dituruti. Hubungan laki_laki dan wanita harus melalui persetujuan wali wanita, sehingga wanita tidak bisa menentukan pilihannya sendiri.

Baca lebih lanjut