Mandi-Mandi Sunnah (Bagian 1)

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Mandi_Mandi Sunnah (Bagian 1)

Sebelumnya kita telah membahas mandi yang hukumnya adalah wajib, yaitu mandi wajib atau mandi junub dan mandi setelah bersih dari haidh maupun nifas. Di samping mandi yang hukumnya wajib ada juga mandi wajib yang hu-kumnya sunnah. Adapun mandi yang hukumnya sunnah adalah sebagai berikut:

a. Mandi pada hari jum’at

Disunnahkan mandi wajib pada hari Jum’at berdasarkan hadits-hadits berikut ini:

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al_Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at wajib bagi setiap laki-laki yang telah baligh.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al_Khudri radhiyallahu ‘anhu juga bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi laki-laki yang telah baligh mandi pada hari Jum’at, bersiwak, dan memakai wangi-wangian jika ada.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Merupakan hak Allah bahwa setiap Muslim mandi 1 kali dalam setiap 7 hari dengan membasuh kepala dan seluruh tubuhnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits yang diriwayatkan dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu pada hari Jum’at, maka hal itu sudah cukup baginya. Akan tetapi, barangasiapa mandi, maka hal itu lebih utama.” [Hadits ini diriwayatkan oleh 5 orang ahli hadits sebagaimana yang disebutkan oleh Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani dalam kitab Bulughul Maram. Hadits ini dinilai hasan oleh At_Tirmidzi; dan juga Al_Albani dalam kitab Shahih Abi Dawud (I/72)]

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mandi wajib di hari Jum’at, apakah wajib atau sunnah?. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz berpendapat bahwa mandi wajib pada hari Jum’at hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Dan agar lebih selamat, setiap muslim hendaklah selalu mandi wajib pada hari Jum’at agar bisa terlepas dari pendapat yang mengatakan bahwa mandi wajib pada hari Jum’at hukumnya adalah wajib.

Tentang mandi wajib pada hari Jum’at ada tiga pendapat ulama. Ada di antara mereka yang berpendapat hukumnya wajib, dan ini adalah satu pen dapat yang kuat. Ada yang membedakan antara keduanya dengan mengata-kan, ”Mandi wajib pada hari Jum’at hanya diwajibkan bagi para pekerja berat yang dalam kerjanya banyak mencucurkan keringat dan merasakan kecapaian. Adapun selain mereka, maka hukumnya adalah sunnah.” Penulis berkata bahwa jelas pendapat ini lemah.

Pendapat yang paling rajih (kuat) adalah pendapat yang mengatakan bahwa mandi wajib pada hari Jum’at hukumnya sunnah muakkad. Adapun hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam , ”Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap laki-laki yang telah baligh,” menurut mayoritas ulama maksudnya adalah perintah yang ditekankan, bukan perintah wajib.

Dalil lain yang menunjukkan bahwa mandi wajib pada hari Jum’at hukumnya sunnah adalah hadits yang menyatakan bahwa berwudhu saja pada hari Jum’at telah mencukupi. Demikian pula dengan amalan-amalan lain seperti memakai wangi-wangian, bersiwak, memakai pakaian yang paling bagus, dan datang ke masjid lebih awal. Semua amalan tersebut hukumnya sunnah; tidak ada satu pun yang wajib. [Lihat Abdul ’Aziz bin ’Abdullah bin Baz, Al_Fatawa Al_Islamiyah (I/419)]

b. Mandi ketika hendak ihram

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak ihram menanggalkan pakaian berjahit dan mandi terlebih dahulu.” [Hadits ini diriwayatkan oleh At_Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Al_Hakim. Al_Hakim menilai shahih dan Adz_Dzahabi menyepakati penilai-an itu. Hadits ini dinilai shahih juga oleh Al_Albani dalam kitab Shahih At_Tirmidzi (I/250). Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Irwa’ Al_Ghalil hadits no. 149]

c. Mandi ketika hendak masuk Makkah

Disunnahkan seseorang mandi wajib ketika hendak masuk kota Makkah. Hal ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa dia biasanya ketika hendak masuk Makkah bermalam di Dzi Thuwa. Setelah pagi tiba, dia mandi, lalu berangkat ke Makkah pada siang hari. Ibnu Umar menyebutkan bahwa perbuatannya itu meniru Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. [Penulis belum menemukan derajat hadits ini, tetapi silakan baca kitab Thuhuru Al_Muslimi fi Dhau’i Al_Kitabi wa As_Sunnati Mafhumun wa Fadhailu wa Adabun wa Ahkamun karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al_Qahthani, dalam edisi Indonesia berjudul Thaharah Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Tuntunan Bersuci Lengkap, hal. 130]

d. Mandi ketika hendak mengulangi persetubuhan

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Rafi’ radhiyallahu ’anhu, dia berkata: ”Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berkeliling menggilir istri-istri beliau, dan beliau mandi setiap kali hendak mengulang persetubuhan” Abu Rafi’ berkata: Aku bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah Engkau tidak cukup mandi sekali saja (setelah persetubuhan terakhir)? Beliau menjawab, Apa yang aku lakukan itu lebih bersih dan lebih harum.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An_Nasa’i, Ath_Thabrani. Hadits ini dinilai hasan oleh Al_Albani dalam kitab Shahih Abi Dawud  (I/43) dan kitab Adab Az_Zifaf, hal. 32]

e. Mandi setelah memandikan jenazah

Setelah memandikan jenazah, seseorang disunnahkan mandi. Hal ini berda-sarkan hadits sebagai berikut:

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang me-mandikan jenazah, hendaklah mandi sesudahnya.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Ahamd, Abu Dawud, dan At_Tirmidzi. Abdul Qadir dalam kitab Jami’ Al_Ushul (VII/335) berkata bahwa hadits ini derajatnya hasan karena diriwayatkan melalui beberapa jalur periwayatan dan mempunyai beberapa hadits pendukung. Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Irwa’  Al_Ghalil hadits no. 144]

Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi karena empat hal, yaitu karena junub, ketika hendak shalat Jum’at, sehabis berbekam, dan sehabis memandikan jenazah.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud hadits no. 3160. Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani dalam kitab Bulughul Maram berkata bahwa hadits ini dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah]

Mandi wajib sehabis memandikan jenazah sebagaimana disebutkan dalam kedua hadits di atas hukumnya tidak wajib, karena ada atsar yang menunjukkan tidak wajibnya. Disebutkan bahwa Asma’ binti Umais – istri Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu – pernah memandikan jenazah Abu Bakar saat meninggal. Setelah selesai, ia keluar lalu bertanya kepada Muhajirin yang hadir pada saat itu. Dia berkata, “Aku sedang berpuasa, namun cuaca sangat dingin. Haruskah aku mandi?” Para sahabat menjawab, “Tidak.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Malik dalam kitab Al_Muwatha’ (I/223). Abdul Qadir Arnauth menilai hasan hadits ini dalam kitab Jami’ Al_Ushul (VII/338)]

Penulis berkata bahwa atsar di atas menunjukkan bahwa mandi wajib setelah memandikan jenazah populer di kalangan sahabat, akan tetapi hukumnya sunnah.

f. Mandi setelah menguburkan mayat orang musyrik

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa ia pernah datang menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ketika ayahnya, Abu Thalib meninggal. Ali berkata, ”Wahai Rasulullah, Abu Thalib meningga.” Nabi menyahut, ”Pergi dan kuburkanlah mayatnya!” Ali berkata lagi, ”Dia meninggal dalam keadaan musyrik.” Nabi kembali menyahut, ”Pergi dan kuburkanlah mayatnya!” Ketika Ali telah mengubur mayatnya, dia kembali menghadap Nabi, lalu beliau berkata, ”Mandilah kamu!” [Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An_Nasa’i, Ahmad, dan lainnya. Abdul Qadir Arnauth ketika mentakhrij kitab Jami’ Al_Ushul (VII/337) berkata bahwa hadits ini shahih. Lihat kitab At_Talkhish (II/114) dan kitab Shahih An_Nasa’i hadits no. 184]

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s