Sunnah-Sunnah Adzan

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Hal_Hal yang Disunnahkan Ketika Adzan

Adapun hal-hal yang disunnahkan ketika seseorang adzan adalah sebagai berikut:

1.  Adzan dalam keadaan suci (tidak berhadats). Berdasarkan dalil-dalil umum yang menganjurkan berdzikir dalam keadaan suci – sebagaiman telah disinggung dalam kitab wudhu –.

Adapun hadits yang menyatakan bahwa tidak sah mengumandangkan adzan kecuali orang yang berwudhu adalah hadits yang tidak shahih.

Seluruh fuqaha’ sepakat, jika muadzin mengumandangkan adzan dalam keadaan berhadats kecil, maka adzannya sah. Demikian pula jika muadzin dalam keadaan junub, maka adzannya sah menurut pendapat yang shahih. Karena tidak ada satu pun dalil yang melarangnya. Lagi pula orang yang junub itu tidak najis. Namun Ahmad dan Ishaq melarangnya. [Lihat Kitab Al_Ausath (III/28)]

2.  Adzan sambil berdiri. Para ulama tidak berbeda pendapat tentang disunnahkannya bagi muadzin untuk berdiri ketika mengumandangkan adzan, kecuali jika dalam keadaan sakit. Jika demikian kondisinya, maka ia boleh adzan sambil duduk. Namun Imam Malik, Al_Auza’i dan Ashhabur Ra’yi menilai makruh mengumandangkan adzan sambil duduk secara mutlak. [Lihat Kitab Al_Ausath (III/46)]

3.  Menghadap kiblat. Para ulama sepakat bahwa disunnahkan adzan meng-hadap kiblat. Ada sejumlah hadits yang diriwayatkan mengenai masalah ini, namun hadits-hadits tersebut masih diperbincangkan. Di antaranya ada yang diriwayat dari Ibnu Zaid bahwa ia melihat malaikat mengumandangkan adzan dengan menghadap kiblat. [Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Irwa’ Al_Ghalil (I/250)]

4.  Memasukkan jari tangan ke telinga. Berdasarkan hadits Abu Juhaifah, ia berkata; “Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan sambil berputar, yang diikuti oleh mulutnya ke sana dan ke mari, sementara jari tangannya berada di telinganya.” [Hadits shahih diriwayatkan oleh At_Tirmidzi (197) dan Ahmad (IV/308). Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Irwa’ Al_Ghalil (230)]

5.  Muadzin menggabungkan tiap-tiap dua takbir. Berdasarkan hadits Umar bin Khaththab, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila muadzin mengatakan; Allahu Akbar – Allahu Akbar, maka ucapkanlah: Allahu Akbar – Allahu Akbar. Kemudian apabila muadzin mengatakan: Asyhadu allaa ilaaha illallah, maka ucapkanlah: Asyhadu allaa ilaaha illallah…” [Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud]

Berdasarkan konteksnya, maka hadits ini menunjukkan bahwa muadzin menggabungkan tiap-tiap dua takbir, dan yang mendengarkannya juga menjawabnya seperti itu. Tidak seperti yang dilakukan sebagian muadzin yang mengucapkan takbir satu persatu dari empat takbir tersebut dengan diselingi nafas. [Lihat Imam An_Nawawi, Syarah Muslim (III/79)]

6.  Menolehkan kepala ke kanan ketika mengucapkan hayya ‘alash shalah dan ke kiri ketika mengucapkan hayya ‘alal falah. Berdasarkan hadits Abu Juhaifah bahwa ia melihat Bilal yang sedang adzan, seraya berkata; “Maka aku pun mengikuti gerakkannya kesana kemari (ke kanan dan ke kiri)” [Hadits shahih diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]

Oleh karena itu, disunnahkan menoleh kepala ke kiri dan ke kanan serta badan tetap menghadap kiblat. Hal ini menurut pendapat jumhur ulama. Berbeda halnya dengan Imam Malik yang mengingkari perbuatan tersebut. Sementara Imam Ahamd dan Ishaq membatasi bahwa itu berlaku untuk muadzin yang mengumandangkan adzannya di atas menara agar suaranya terdengar oleh orang banyak. [Lihat Kitab Al_Ausath (III/26-27)]

7.  Mengucapkan tatswib pada adzan awal shalat Shubuh. Tatswib adalah ucapan muadzin “ash_shalatu khaoirum minan naum” sebanyak dua kali setelah mengucapkan hai’alatain – hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falah – dalam adzan shubuh. Menurut jumhur ulama bahwa ucapan tersebut disunnahkan. Berdasarkan hadits Abu Mahdzurah yang di dalamnya disebut-kan, “ash_shalatu khaoirum minan naum – ash_shalatu khaoirum minan naum…” [Seluruh jalurnya hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud, An_Nasa’i, dan Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Al_Albani dalam takhrij kitab Al_Misykah (645)]

Iklan

1 Comment

  1. Ping balik: Adzan dan Iqamah | Welcome to my wordpress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s