Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kolaboratif

Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I

Prinsip_Prinsip Penelitian Tindakan Kolaboratif

Tiga tahap Penelitian Tindakan Kelas (ptk) kolaboratif adalah: prakarsa, pelaksanaan, dan  diseminasi (Burns, 1999: 207-208). Butir-butir tentang prakarsa yang perlu dipertimbangkan dalam Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda (Burns, 1999: 207):

  1. Sejauh dapat dilakukan, agenda Penelitian Tindakan Kelas (ptk) tindakan hendaknya ditarik dari kebutuhan-kebutuhan, kepedulian dan persyaratan yang diungkapkan oleh semua pihak Anda sendiri, sejawat, kepala sekolah, murid-murid, dan/atau orangtua murid) yang terlibat dalam konteks pembelajaran/kependidikan di kelas/sekolah Anda;
  2. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda hendaknya benar-benar memanfaatkan keterampilan, minat dan keterlibatan Anda sebagai guru dan sejawat;
  3. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda hendaknya terpusat pada masalah-masalah pembelajaran kelas Anda, yang ditemukan dalam kenyataan sehari-hari. Namun demikian, hasil Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda daapt juga memberikan masukan untuk pengembangan teori pembelajaran bidang studi Anda;
  4. Metodologi Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda hendaknya ditentukan dengan mempertimbangkan persoalan pembelajaran kelas Anda yang sedang diteliti, sumber daya yang ada dan murid-murid sebagai sasaran penelitian.
  5. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda hendaknya direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi  secara kolaboratif. Tujuan, metode, pelaksanaan dan strategi evaluasi hendaknya Anda negosiasikan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama penelitian Anda, sejawat, murid-murid, dan kepala sekolah (yang mungkin diperlukan dukungan kebijakannya).
  6. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda hendaknya bersifat antardisipliner, yaitu sedapat mungkin didukung oleh wawasan dan pengalaman orang-orang dari bidang-bidang lain yang relevan, seperti ilmu jiwa, antropologi, dan sosiologi serta budaya. Jadi Anda dapat mencari masukan dari teman-teman guru atau dosen LPTK yang relevan.

Dalam PTK, butir-butir pelaksanaan di bawah  harus dipertimbangkan  (Burns, 1999: 207-208):

  1. Anda sebagai pelaku Penelitian Tindakan Kelas (ptk) hendaknya berupaya memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Upayakan mendapatkan dari pemimpin dukungan dan bantuan secara terus menerus dalam tahap-tahap pelaksanaan, diseminasi, dan tindak-lanjut penelitiannya.
  2. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda selayaknya dilakukan dalam kelas sendiri.
  3. Penelitian Tindakan Kelas (ptk) Anda akan berjalan dengan baik jika terkait dengan program peningkatan guru dan pengembangan materi di sekolah atau wilayah sendiri.
  4. PTK Anda hendaknya dipadukan dengan komponen evaluasi.

Dalam tahap diseminasi Penelitian Tindakan Kelas (ptk) perlu dipertimbangkandua butir berikut (Burns, 1999: 208)

  1. Bentuk pelaporan hasil penelitian tindakan ditentukan oleh audiens sasaran. Jika audiens sasarannya adalah guru-guru bahasa Inggris di SD, misalnya, bentuk laporannya berbeda dengan jika audiens sasarannya adalah pendidik guru bahasa Inggris di universitas.
  2. Jaringan kerja dan mekanisme yang tersedia di dalam lembaga pendidikan Anda hendaknya digunakan untuk menyebarkan hasil penelitian terkait. Misalnya, penyebaran hasil penelitian dilakukan lewat simposium guru, sarasehan MGMP, atau seminar daerah.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s